Beritaterkini.co.id – Di dunia bulu tangkis, postur tubuh memang bukan segalanya — tapi ketika kamu punya tinggi badan 195 sentimeter dan tahu cara memaksimalkannya di atas lapangan, itu bisa menjadi senjata yang benar-benar menakutkan. Itulah yang sedang ditunjukkan oleh Ayush Shetty, pebulu tangkis muda asal India yang namanya mulai diperbincangkan di sirkuit internasional pada pertengahan April 2026. Bukan sekadar karena tinggi badannya yang menonjol di antara para pesaingnya, tapi karena cara ia mengubah keunggulan fisik tersebut menjadi dominasi nyata di lapangan.
Shetty bukan nama baru di dunia bulu tangkis junior, tapi kini ia mulai membuat lawan-lawannya kewalahan di level yang lebih tinggi. Lahir pada 3 Mei 2005 di Karkala, Karnataka, India, atlet muda ini meniti karier melalui sistem pelatihan yang terstruktur sejak usia dini. Hasilnya mulai terlihat jelas — gaya bermainnya yang agresif, smash-nya yang menukik tajam, dan jangkauannya yang luar biasa membuat ia menjadi ancaman serius bagi siapapun yang berdiri di seberang net.
Yang membuat perjalanan Ayush Shetty semakin menarik adalah perbandingan yang terus dilontarkan para pengamat bulu tangkis dunia — namanya kerap disandingkan dengan Viktor Axelsen, juara Olimpiade asal Denmark yang juga dikenal dengan postur tinggi dan gaya permainan yang mengandalkan sudut serangan curam. Dua nama, satu karakteristik fisik, dan satu ambisi besar: mendominasi bulu tangkis tunggal putra dunia.
Keunggulan Fisik yang Jadi Senjata Utama
Tinggi badan 195 sentimeter atau setara 6 kaki 4 inci bukan sekadar angka statistik bagi Ayush Shetty. Ini adalah fondasi dari seluruh gaya permainannya. Dengan postur setinggi itu, ia mampu memukul kok dari titik kontak yang jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata pemain lain — dan perbedaan beberapa sentimeter di titik kontak bisa menghasilkan perbedaan yang sangat besar dalam sudut laju kok setelah dipukul.
Hasilnya adalah smash yang menukik lebih tajam, lebih sulit diantisipasi, dan lebih susah dikembalikan oleh lawan. Ditambah dengan jangkauan tangan yang panjang, Shetty mampu mencakup area lapangan yang lebih luas dibandingkan pemain dengan tinggi rata-rata — memberikan keuntungan signifikan terutama dalam reli-reli cepat yang menuntut refleks dan covarage lapangan yang luas.
Gaya Bermain: Agresif dan Tak Memberi Ruang Bernapas
Kalau kamu menonton pertandingan Ayush Shetty, satu hal yang langsung terasa adalah intensitasnya. Ia bukan tipe pemain yang sabar menunggu kesalahan lawan. Shetty adalah tipe pemain yang aktif menciptakan tekanan — terus-menerus, tanpa henti.
Ciri khasnya yang paling menonjol adalah jump smash bertenaga yang ia lakukan berulang kali dalam satu pertandingan. Ia juga sangat aktif mencegat kok lebih awal di area depan dan tengah lapangan, memotong waktu reaksi lawan dan memaksa mereka selalu dalam posisi bertahan. Gaya bermain seperti ini bukan hanya menguras stamina lawan secara fisik, tapi juga menggerus kepercayaan diri mereka secara mental.
Perbandingan dengan Viktor Axelsen: Antara Inspirasi dan Ambisi
Nama Viktor Axelsen adalah salah satu yang paling sering disebut ketika orang membicarakan Ayush Shetty. Dan perbandingan itu bukan tanpa alasan. Axelsen, yang memiliki tinggi badan sekitar 194 sentimeter, telah membuktikan bahwa postur tinggi bukan hambatan dalam bulu tangkis — justru sebaliknya, jika dikelola dengan benar, itu adalah keunggulan kompetitif yang luar biasa.
Keduanya berbagi kesamaan mendasar dalam filosofi permainan: mengandalkan sudut serangan curam untuk mendikte jalannya pertandingan dan memaksa lawan terus bermain defensif. Tapi yang membuat hubungan ini lebih dari sekadar perbandingan di atas kertas adalah fakta bahwa Shetty diketahui pernah menjalani sesi latihan bersama Axelsen secara langsung. Bayangkan belajar langsung dari seseorang yang telah membuktikan bahwa gaya bermain seperti itu bisa membawa seorang atlet ke puncak dunia.
Perbandingan Tinggi Badan Atlet Dunia
Untuk memberikan konteks lebih jelas, berikut gambaran postur Ayush Shetty dibandingkan dengan beberapa atlet elit dunia dari berbagai cabang olahraga:
Dalam cabang bulu tangkis sendiri, Shetty (193–195 cm) nyaris setara dengan Viktor Axelsen (194 cm) yang saat ini menjadi salah satu pemain terbaik dunia. Di luar bulu tangkis, tingginya sejajar dengan legenda NFL Tom Brady (193 cm), sedikit di bawah LeBron James dari NBA (206 cm), dan tentu jauh di bawah Victor Wembanyama yang menjulang setinggi 224 cm. Sementara petenis nomor satu dunia Novak Djokovic berdiri di 188 cm — 7 sentimeter lebih pendek dari Shetty.
Artinya, dalam konteks bulu tangkis, Shetty berada di antara pemain-pemain tertinggi yang pernah ada di olahraga ini. Dan seperti yang sudah dibuktikan Axelsen, tinggi badan itu bisa menjadi aset yang sangat berharga jika dimanfaatkan dengan teknik yang tepat.
Tantangan yang Harus Diatasi
Tidak ada keunggulan yang datang tanpa konsekuensi. Postur tinggi memang memberikan Shetty banyak keuntungan, tapi ada satu aspek permainan yang menjadi tantangan tersendiri baginya: kelincahan untuk mengambil bola-bola rendah di area net.
Pemain bertubuh tinggi secara anatomis memiliki pusat gravitasi yang lebih tinggi, yang membuat gerakan cepat ke bawah — seperti saat mengambil net kill atau bola tipuan rendah — membutuhkan usaha lebih besar dibandingkan pemain yang lebih pendek. Ini adalah celah yang kerap dieksploitasi oleh lawan-lawan cerdik yang tahu cara membaca kelemahan Shetty.
Program Latihan untuk Mengatasi Kelemahan
Shetty dan tim pelatihannya tampaknya sudah sangat sadar akan tantangan ini. Untuk mengatasinya, ia menjalani program latihan fisik yang fokus pada dua aspek utama: penguatan otot kaki dan peningkatan fleksibilitas. Kombinasi keduanya diharapkan membuat ia lebih responsif dan lincah saat harus bergerak ke bawah tanpa mengorbankan kecepatan atau keseimbangan.
Pendekatan latihan yang terstruktur dan berbasis data seperti ini mencerminkan profesionalisme yang matang dari seorang atlet yang belum genap berusia 21 tahun. Dan itu adalah tanda yang sangat menjanjikan untuk masa depannya.
Masa Depan Ayush Shetty dan Bulu Tangkis India
India selama ini dikenal lebih kuat di sektor ganda dan tunggal putri dalam bulu tangkis internasional. Nama-nama seperti P.V. Sindhu di tunggal putri dan Satwiksairaj Rankireddy-Chirag Shetty di ganda putra sudah lama mengharumkan nama India di panggung dunia. Namun di sektor tunggal putra, India masih terus mencari pemain yang bisa bersaing konsisten di level tertinggi.
Ayush Shetty tampaknya sedang dalam jalur yang tepat untuk mengisi kekosongan tersebut. Dengan kombinasi fisik yang ideal, gaya bermain yang agresif, mentalitas kompetitif yang kuat, dan bimbingan dari pelatih-pelatih terbaik, ia memiliki semua bahan yang dibutuhkan untuk menjadi kekuatan besar di bulu tangkis tunggal putra dunia.
Para pengamat bulu tangkis memprediksi bahwa dengan pengembangan teknis dan fisik yang berkelanjutan, Shetty berpotensi menjadi salah satu pemain paling tangguh dan ditakuti di sirkuit internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Penutup
Ayush Shetty adalah pengingat bahwa bakat besar sering kali datang dalam paket yang tidak terduga — dalam hal ini, paket setinggi 195 sentimeter dari Karnataka, India. Perjalanannya baru saja dimulai, tapi tanda-tanda menuju puncak sudah sangat jelas terlihat.
Bagi para penggemar bulu tangkis, ini adalah waktu yang tepat untuk mulai memperhatikan nama Ayush Shetty dengan serius. Karena dalam beberapa tahun ke depan, bukan tidak mungkin nama itu akan menjadi salah satu yang paling sering disebut di setiap turnamen besar dunia.
Ikuti terus perkembangan bulu tangkis internasional dan profil atlet-atlet muda berbakat lainnya hanya di blog kami!