Beritaterkini.co.id – Maluku Utara kembali diguncang gempa. Sabtu pagi, 18 April 2026, warga Batang Dua dikejutkan oleh getaran yang terasa nyata di dalam rumah — seolah ada truk besar yang melintas kencang di depan pintu. Bagi mereka yang sudah merasakan trauma gempa besar awal bulan ini, guncangan itu tentu bukan hal yang bisa dianggap biasa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Batang Dua, Maluku Utara, pada pukul 07.29 WITA. Gempa ini berpusat di laut dan tergolong dangkal — kombinasi yang kerap membuat getarannya lebih terasa di permukaan meski magnitudonya tidak terlalu besar. BMKG langsung merilis informasi resmi untuk mencegah kepanikan di tengah masyarakat.
Yang membuat situasi ini semakin perlu dicermati adalah fakta bahwa ini bukan gempa biasa yang berdiri sendiri. Ini adalah bagian dari rangkaian panjang gempa susulan sejak gempa utama dahsyat berkekuatan M7,6 yang mengguncang Pulau Batang Dua pada 2 April 2026 lalu. Hingga pagi ini, total susulan yang tercatat sudah menembus angka 1.717 kejadian — sebuah angka yang cukup mengkhawatirkan.
Detail Gempa Magnitudo 4,5 di Batang Dua, Maluku Utara
Lokasi dan Kedalaman Episenter
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, menjelaskan bahwa episenter gempa berada pada koordinat 1,29° LU dan 126,37° BT. Lebih tepatnya, pusat gempa berlokasi di laut pada jarak sekitar 124 km di sebelah barat Jailolo, Maluku Utara, dengan kedalaman hiposenter 23 kilometer.
Kedalaman 23 km menempatkan gempa ini dalam kategori gempa dangkal. Gempa dangkal umumnya lebih terasa di permukaan karena energinya tidak terserap oleh lapisan bumi yang tebal sebelum mencapai daratan. Inilah mengapa meski magnitudonya hanya 4,5, getarannya tetap bisa dirasakan dengan jelas oleh warga sekitar.
Penyebab: Aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku
Berdasarkan analisis BMKG terhadap lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa ini terjadi akibat aktivitas subduksi Lempeng Laut Maluku. Proses subduksi terjadi ketika satu lempeng tektonik menunjam ke bawah lempeng lainnya — sebuah proses geologis yang sangat aktif di kawasan Maluku dan menjadikan wilayah ini sebagai salah satu zona seismik paling dinamis di Indonesia.
Wilayah Maluku Utara memang berada di pertemuan beberapa lempeng tektonik besar, sehingga aktivitas gempa di sini bukan hal yang luar biasa secara geologis. Namun intensitasnya yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir tentu tetap memerlukan pemantauan ketat dari otoritas terkait.
Dampak yang Dirasakan Warga Batang Dua
Skala Intensitas II–III MMI
BMKG melaporkan bahwa gempa ini berdampak dan dirasakan di Pulau Batang Dua dengan skala intensitas II–III MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada skala ini, getaran sudah terasa nyata di dalam rumah dan digambarkan seperti sensasi saat truk besar melintas di dekat bangunan.
Skala II–III MMI memang belum termasuk kategori yang menyebabkan kerusakan struktural serius. Namun bagi warga yang sudah hidup dalam ketidakpastian sejak gempa besar awal April, setiap getaran sekecil apapun tentu membawa kecemasan tersendiri.
Belum Ada Laporan Kerusakan
Kabar baiknya, hingga laporan ini diterbitkan, belum ada laporan kerusakan akibat gempa susulan pagi ini. BMKG terus memantau situasi dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, terutama mengingat aktivitas gempa susulan yang masih terus berlangsung.
Rangkaian Susulan Gempa Besar 2 April 2026: 1.717 Kejadian dan Terus Bertambah
Gempa Utama M7,6 yang Mengguncang Awal April
Untuk memahami konteks penuh situasi ini, kita perlu kembali ke tanggal 2 April 2026. Pada pukul 06.48 WITA, gempa dahsyat berkekuatan M7,6 mengguncang Pulau Batang Dua, Maluku Utara. Gempa utama sebesar ini langsung memicu rangkaian panjang gempa susulan yang hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda sepenuhnya.
Total Susulan Mencapai 1.717 Kejadian
Berdasarkan data BMKG per pukul 07.43 WITA pada 18 April 2026, total gempa susulan atau aftershock yang telah tercatat mencapai 1.717 kejadian. Dari seluruh susulan tersebut, gempa terbesar tercatat pada magnitudo 5,8 sementara yang terkecil berada di magnitudo 1,7.
Angka 1.717 susulan dalam kurun waktu sekitar dua pekan adalah angka yang sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa zona patahan di sekitar Batang Dua masih sangat aktif dalam menyesuaikan tegangan pasca gempa utama. Fenomena ini dikenal sebagai aftershock sequence dan bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan tergantung pada besarnya gempa utama.
Apa yang Perlu Diketahui Masyarakat Maluku Utara?
Situasi gempa susulan yang masih aktif ini menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh warga Maluku Utara, khususnya di sekitar Pulau Batang Dua dan Jailolo. Beberapa hal penting yang perlu dipahami adalah bahwa gempa susulan adalah proses alami pasca gempa besar dan akan terus terjadi dengan frekuensi yang perlahan berkurang seiring berjalannya waktu.
Masyarakat disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, tidak mudah mempercayai informasi tidak terverifikasi yang beredar di media sosial, serta memiliki rencana evakuasi yang jelas terutama bagi yang tinggal di dekat pantai — mengingat gempa di zona ini berpotensi memicu tsunami jika magnitudonya cukup besar.
Situasi di Batang Dua dan sekitarnya masih terus berkembang. Pantau terus informasi terkini seputar gempa Maluku dan update BMKG di sini agar kamu selalu mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya dari sumber yang bertanggung jawab.