6 Langkah Skincare Glass Skin Korea yang Bisa Langsung Kamu Praktikkan di Rumah

Berita Terkini – Pernah scrolling Instagram atau TikTok dan tiba-tiba terpukau melihat kulit seseorang yang begitu halus, lembap, dan bercahaya seolah terbuat dari kaca? Itulah yang disebut glass skin — tren kecantikan asal Korea yang kini sudah merambah ke seluruh dunia. Bukan sekadar soal tampilan glamor, glass skin sebenarnya mewakili filosofi merawat kulit dari dalam, bukan menutupinya.

Yang menarik, meski tren ini baru meledak di media sosial dalam beberapa tahun terakhir, akar budayanya jauh lebih tua dari yang kita kira. Dermatolog bersertifikat Christine Hall, MD, mengungkapkan bahwa Korea Selatan dan tradisi merawat kulit sudah berjalan beriringan sejak ribuan tahun silam — tepatnya sejak era Tiga Kerajaan (37–668 SM). Kala itu, filosofi kecantikan yang dikenal sebagai young-yook-il-chi-sa-sang sudah mengajarkan bahwa “di dalam tubuh yang indah, bersemayam jiwa yang indah.” Dalam — bukan luar.

Jadi, glass skin bukan sekadar tren kosmetik yang akan berlalu. Ini adalah pendekatan menyeluruh terhadap kesehatan kulit yang bisa kamu terapkan dengan rutinitas sederhana setiap hari. Kabar baiknya, kamu tidak perlu ke Seoul untuk memulainya. Berikut panduan praktis 6 langkah skincare glass skin yang bisa langsung kamu coba di rumah.

Apa Sebenarnya Filosofi di Balik Glass Skin?

Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, penting untuk memahami dulu prinsip dasar yang menjadi fondasi rutinitas ini. Erica Choi, seorang esthetician berlisensi sekaligus pendiri brand skincare Superegg, menjelaskan bahwa glass skin bukan sekadar soal kilau — melainkan soal kesehatan kulit secara keseluruhan.

“Tren ini menekankan hidrasi, kilau, dan kesehatan kulit secara menyeluruh. Ini selaras dengan pergeseran global menuju skincare sebagai bagian penting dari self-care dan wellness,” ujar Choi. Ia juga menyebutnya sebagai pendekatan ‘high-maintenance untuk menjadi low-maintenance‘ — artinya, merawat kulit dengan serius di awal supaya kulit bisa tampil natural tanpa banyak usaha di kemudian hari.

Dr. Hall menambahkan bahwa inti dari rutinitas glass skin adalah memaksimalkan hidrasi kulit lewat lapisan produk yang ringan, sekaligus memperkuat skin barrier. “K-beauty berputar pada memelihara skin barrier, mengoptimalkan hidrasi dari dalam, dan memblokir polutan serta stresor lingkungan,” jelasnya. Dengan kata lain, kulit yang sehat adalah kulit yang terlindungi dan terhidrasi dengan baik — dan dari situlah kilau alami itu muncul.

6 Langkah Rutinitas Glass Skin yang Wajib Kamu Coba

1. Double Cleanse: Fondasi yang Tidak Boleh Dilewatkan

Semua rutinitas skincare yang baik dimulai dari kulit yang benar-benar bersih. Dan ketika bicara soal glass skin, membersihkan wajah satu kali saja ternyata belum cukup. Di sinilah metode double cleanse masuk sebagai langkah pertama yang krusial.

Dr. Hall menjelaskan alasannya secara ilmiah: sebum, makeup, dan tabir surya bersifat lipofilik alias larut dalam minyak. Sementara itu, keringat, polutan, dan kotoran sehari-hari bersifat larut dalam air. Dua jenis kotoran ini tidak bisa dibersihkan hanya dengan satu jenis pembersih. “Satu-satunya cara untuk benar-benar membersihkan kulit secara mendalam adalah dengan double cleanse — menggunakan minyak terlebih dahulu, diikuti pembersih berbasis air,” tegasnya.

Praktisnya, mulailah dengan cleansing oil atau balm untuk melarutkan makeup dan SPF, lalu lanjutkan dengan sabun muka berbahan gel atau foam untuk menyapu sisa kotoran dan residu. Hasilnya? Kulit yang bersih tanpa rasa kering atau ketat.

2. Eksfoliasi dengan Bijak, Bukan dengan Kasar

Langkah kedua adalah eksfoliasi — tapi dengan pendekatan yang tepat. Banyak orang salah kaprah mengira eksfoliasi harus terasa ‘menggesek’ supaya efektif. Padahal, eksfoliasi yang terlalu abrasif justru bisa merusak skin barrier, memicu iritasi, bahkan menyebabkan hiperpigmentasi pasca-inflamasi (PIH) yang susah hilang.

Choi menyarankan untuk beralih ke asam eksfoliasi yang lembut, seperti PHA (polyhydroxy acid). Dibanding AHA atau BHA, PHA bekerja lebih pelan di permukaan kulit sehingga lebih ramah untuk kulit sensitif. “Eksfoliasi sangat penting untuk mengangkat sel kulit mati dan mendorong pergantian sel, yang menghasilkan tekstur lebih halus dan wajah lebih cerah,” jelasnya. Cukup lakukan 2–3 kali seminggu — tidak perlu setiap hari.

3. Toner dan Essence: Duo Hidrasi Pertama

Setelah kulit bersih, saatnya memulai proses hidrasi berlapis yang menjadi ciri khas rutinitas K-beauty. Langkah ketiga adalah menggunakan toner dan essence.

Kedua produk ini sering dianggap mirip, tapi punya peran yang saling melengkapi. Toner membantu menyeimbangkan kadar pH kulit setelah proses pembersihan, sekaligus menjadi lapisan hidrasi pertama. Essence, yang teksturnya sedikit lebih kental dari toner, memberikan hidrasi lebih dalam dan mempersiapkan kulit untuk menyerap produk berikutnya dengan lebih optimal.

“Keduanya menyeimbangkan kadar pH kulit, menghidrasi, dan mempersiapkan kulit agar lebih siap menyerap serum dan pelembap,” kata Choi. Bayangkan toner dan essence sebagai ‘pembuka jalan’ — tanpa mereka, produk yang kamu pakai setelahnya tidak akan bekerja semaksimal yang seharusnya.

4. Serum: Pengiriman Bahan Aktif ke Lapisan Terdalam

Langkah keempat adalah penggunaan serum atau ampoule — versi serum yang lebih pekat dengan konsentrasi bahan aktif lebih tinggi. Inilah tahap di mana kamu bisa benar-benar menargetkan kebutuhan spesifik kulitmu.

Untuk tujuan glass skin, pilih serum yang berfokus pada hidrasi intensif. Bahan-bahan seperti hyaluronic acid, niacinamide, atau centella asiatica sangat populer dalam produk K-beauty karena kemampuannya menghidrasi sekaligus menenangkan kulit. Tekstur serum yang ringan memungkinkannya meresap ke lapisan dermis, tepat di titik yang paling membutuhkan hidrasi. Hasilnya terasa nyata: kulit lebih kenyal, plump, dan punya efek glowing dari dalam.

5. Pelembap: Kunci Mengunci Semua yang Sudah Kamu Lakukan

Semua kerja keras dari langkah-langkah sebelumnya tidak akan ada artinya kalau tidak dikunci dengan pelembap yang tepat. Ini adalah langkah kelima, dan menurut Dr. Hall, pelembap berfungsi sebagai ‘penutup’ dari seluruh rangkaian hidrasi yang telah kamu bangun.

“Ini adalah formulasi paling kental dalam urutan skincare, dan akan membantu mengunci semua yang sudah kamu aplikasikan ke kulit sejauh ini,” jelasnya. Ia merekomendasikan untuk mencari pelembap yang mengandung ceramide dan asam lemak untuk hidrasi maksimal, serta cica (centella asiatica) dan ectoin untuk menenangkan dan memperkuat skin barrier.

Dermatolog Michelle Park, MD, yang berbasis di New York City, juga menyoroti betapa inovatifnya pelembap Korea — banyak yang memanfaatkan bahan alami dan holistik untuk memberikan manfaat yang lebih komprehensif, bukan sekadar melembapkan permukaan kulit saja.

6. Sunscreen: Langkah Terakhir yang Paling Sering Dilewatkan

Dan inilah langkah terakhir yang ironisnya paling sering dilewatkan orang: tabir surya harian. Kulit sehidrasi apapun tidak akan bertahan lama kalau tidak dilindungi dari paparan sinar UV.

Fakta yang diungkapkan Dr. Hall cukup mengejutkan: “90 persen dari semua tanda penuaan yang terlihat secara langsung disebabkan oleh sinar UV matahari. Tips anti-aging terbaik yang bisa saya berikan adalah memakai SPF setiap hari.” Choi pun menegaskan bahwa sunscreen wajib digunakan untuk mencegah kerusakan akibat matahari, pigmentasi, dan penuaan dini — sekaligus menjaga kejernihan dan kilau kulit yang sudah susah payah kamu bangun.

Salah satu alasan sunscreen Korea begitu populer secara global adalah formulanya yang ringan, tidak lengket, dan mudah menyatu di kulit — bahkan bisa menjadi base makeup yang nyaman. Pilih SPF minimal 30, dan pakailah setiap pagi, bahkan saat kamu tidak keluar rumah.

Konsistensi adalah Kunci Nyata Glass Skin

Satu hal yang perlu diingat: glass skin bukan hasil semalam. Choi mengingatkan bahwa jenis kulit, genetik, dan faktor lingkungan turut berperan dalam perjalanan ini. Tidak ada dua kulit yang sama, dan rutinitas yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain. Mulailah dengan mengenali jenis kulitmu, lakukan penyesuaian pada setiap produk yang kamu pilih, dan berikan waktu setidaknya 4–8 minggu sebelum menilai hasilnya.

Yang lebih penting dari produk mahal atau rangkaian yang panjang adalah konsistensi dan niat untuk benar-benar merawat kulitmu — bukan sekadar menutupinya. Glass skin yang sesungguhnya bukan hanya soal kilau yang terlihat, tapi soal kulit yang sehat, terhidrasi, dan terlindungi dari dalam. Mulai hari ini, coba satu langkah demi satu langkah, dan rasakan sendiri bagaimana kulitmu perlahan berubah.

By admin