Panduan Lengkap Pakai Highlighter untuk Pemula: 4 Cara Ampuh Samarkan Garis Halus di Wajah

Berita TerkiniHighlighter adalah salah satu produk makeup yang paling menyenangkan untuk digunakan. Sedikit sapuan di area yang tepat, dan wajah langsung terlihat lebih segar, berdimensi, dan bercahaya dari dalam. Tidak heran kalau produk satu ini jadi favorit banyak orang, dari pemula yang baru belajar makeup hingga penata rias profesional. Tapi, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: cara pakai highlighter yang salah justru bisa berbalik merugikan penampilan.

Bagi kamu yang mulai memperhatikan munculnya garis halus atau kerutan di wajah — entah itu di sekitar mata, sudut bibir, atau area pipi — penggunaan highlighter perlu dilakukan dengan lebih cermat. Bukan berarti kamu tidak boleh memakai highlighter sama sekali, ya. Justru sebaliknya, dengan teknik yang benar, highlighter bisa tetap jadi senjata andalanmu untuk tampil glowing tanpa membuat tekstur kulit makin mencolok.

Penata rias selebriti Maria Ortega, yang berpengalaman menangani berbagai jenis kulit termasuk mature skin, membagikan panduan praktis soal cara menggunakan highlighter agar hasilnya tetap natural dan flattering. Berikut ini rangkuman lengkapnya, khusus diulas dari dasar agar mudah dipahami siapa pun — termasuk kamu yang baru mulai belajar dunia makeup.

Kenapa Highlighter Bisa Memperburuk Garis Halus?

Sebelum masuk ke triknya, penting dulu untuk memahami cara kerja highlighter secara dasar. Highlighter bekerja dengan memantulkan cahaya dari permukaan kulit. Efek inilah yang menciptakan ilusi kulit bercahaya dan tampak “lit from within”. Kedengarannya sempurna, bukan?

Masalahnya, cahaya yang dipantulkan tidak membeda-bedakan mana area kulit yang halus dan mana yang bertekstur. Ketika highlighter diaplikasikan di atas kerutan, pori-pori besar, atau area dengan tekstur tidak rata, pantulan cahaya justru akan memperbesar dan mempertegas semua itu. Bayangkan menyorotkan lampu ke permukaan yang bergelombang — lekukan dan tonjolan kecilnya akan langsung terlihat jelas.

Itulah mengapa Ortega menegaskan bahwa penggunaan highlighter bukan sekadar soal banyak atau sedikitnya produk yang dipakai. Formula yang dipilih dan lokasi pengaplikasiannya jauh lebih menentukan hasil akhir yang kamu dapatkan.

4 Cara Pakai Highlighter agar Garis Halus Tidak Makin Terlihat

1. Hindari Area Sekitar Mata dan Zona Berkerutan

Langkah pertama yang wajib kamu pahami adalah mengetahui area mana yang sebaiknya tidak diberi highlighter sama sekali. Menurut Ortega, area di sekitar mata — termasuk sudut luar mata dan area bawah mata yang tipis — adalah zona yang paling rentan. Kulit di sini sangat tipis dan mudah berkerut, sehingga efek kilau dari highlighter akan langsung menarik perhatian ke tekstur tersebut.

Selain area mata, Ortega juga menyarankan untuk melewatkan highlighter pada ujung hidung dan area yang memiliki pori-pori besar. Alasannya logis: partikel kilau dalam highlighter, terutama yang berbentuk bubuk, akan “masuk” ke dalam pori-pori dan justru membuat ukurannya tampak lebih besar dari aslinya.

“Highlighter berkilauan, terutama dalam formula bubuk, dapat memperbesar pori-pori besar, mempertegas kedalaman kerutan dan tekstur kulit karena memantulkan cahaya,” kata Ortega. Jadi, kalau kamu ingin tampil glowing tanpa drama, belajarlah untuk melewati area-area tersebut dengan sadar.

2. Pilih Formula Krim atau Cair, Bukan Bubuk

Nah, ini adalah salah satu tips terpenting yang sering diabaikan pemula: jenis formula highlighter sangat menentukan hasilnya di kulit. Ada tiga jenis formula highlighter yang umum di pasaran, yaitu bubuk (powder), krim, dan cair (liquid). Ketiganya memberikan efek yang berbeda, terutama pada kulit yang mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan.

Highlighter bubuk memiliki partikel yang lebih besar dan reflektif. Teksturnya yang kering dan terpisah-pisah cenderung “duduk” di atas kulit alih-alih menyatu dengannya. Hasilnya? Kerutan dan pori-pori bisa terlihat lebih menonjol karena partikel bubuk masuk ke celah-celah tersebut.

Sebaliknya, formula krim dan cair bekerja dengan cara menyatu ke dalam kulit. Kilau yang dihasilkan pun terasa lebih lembut, menyebar merata, dan menyerupai pancaran alami kulit yang sehat. Ortega menggambarkannya sebagai efek “kilau sehat, pancaran, dan kelembutan pada kulit” — jauh dari kesan glitter yang menempel di permukaan.

Untuk pemula, cara termudah mencoba highlighter krim adalah dengan menepuk-nepuknya menggunakan ujung jari langsung di atas foundation atau blush. Kehangatan jari akan membantu produk menyatu sempurna dengan kulit.

3. Fokuskan Aplikasi pada Area Wajah yang Menonjol dan Halus

Setelah tahu area yang harus dihindari, sekarang saatnya belajar di mana highlighter seharusnya diaplikasikan. Kunci utamanya adalah memilih area yang permukaannya relatif halus dan minim tekstur, sehingga cahaya bisa dipantulkan secara merata dan menghasilkan efek yang benar-benar cantik.

Menurut Ortega, bagian pipi yang menonjol (cheekbones) adalah salah satu area terbaik untuk highlighter. Area ini biasanya cukup rata, dan ketika cahaya memantul di sini, hasilnya adalah efek tulang pipi yang tampak lebih tinggi dan wajah yang lebih berdimensi. Selain cheekbones, pangkal hidung (bridge of the nose) juga bisa mendapatkan sedikit sentuhan highlighter untuk efek hidung yang tampak lebih mancung.

“Mengaplikasikan highlighter pada bagian pipi yang menonjol, pangkal hidung, dan tulang selangka memberikan kilau dari dalam, sekaligus terlihat alami,” jelas Ortega. Bahkan punggung tangan dan jari pun bisa diberi sedikit highlighter untuk memperluas kesan bercahaya ke seluruh tubuh — ide yang menarik untuk dieksplor!

Prinsipnya sederhana: tempatkan highlighter di mana cahaya secara alami akan menyentuh wajahmu, bukan di area yang tersembunyi atau berkerut.

4. Jauhi Highlighter dengan Partikel Glitter yang Kasar

Tidak semua kilau diciptakan sama. Ini adalah pelajaran penting yang perlu dipahami setiap pemula yang baru belajar memilih produk highlighter. Ada perbedaan besar antara highlighter dengan efek satin atau mutiara halus, dan highlighter yang mengandung glitter kasar berukuran besar.

Highlighter glitter kasar memang terlihat memukau di dalam kemasan atau di konten media sosial. Tapi di kulit nyata, partikel glitter yang besar cenderung tampak seperti “menempel” di permukaan kulit dan tidak menyatu secara alami. Efek ini bisa membuat kulit terlihat lebih tua dan tekstur kulit semakin menonjol.

Ortega merekomendasikan untuk memilih highlighter dengan finish satin atau pearl. Kedua jenis ini menghasilkan kilau yang lebih halus, lembut, dan menyerupai pancaran alami kulit yang sehat dan terhidrasi. Saat memilih produk, perhatikan deskripsi produk dan cari kata kunci seperti “luminous”, “glow”, “satin finish”, atau “pearl shimmer” — bukan “glitter” atau “chunky shimmer”.

Dan ingat pesan Ortega: “Menggunakan highlighter bubuk yang sangat berkilauan dapat mempertegas garis-garis halus dan kerutan. Ini juga cenderung membuat pori-pori terlihat lebih besar.” Jadi, pilih produk dengan bijak sebelum membelinya.

Tips Tambahan: Teknik Aplikasi yang Benar

Selain memilih formula dan area yang tepat, teknik pengaplikasian juga memengaruhi hasil akhir. Untuk highlighter krim, gunakan ujung jari atau beauty sponge yang lembap untuk menepuk-nepuknya dengan gerakan halus. Hindari menggosok produk karena ini bisa menggeser foundation dan merusak riasan sebelumnya.

Jika kamu tetap ingin menggunakan highlighter bubuk, pastikan jumlahnya sangat sedikit. Gunakan kuas berbulu halus dan sapukan dengan tangan ringan. Less is more berlaku sangat serius di sini, terutama jika kulitmu mulai memiliki garis halus.

Satu trik menarik lainnya adalah mencampurkan sedikit highlighter krim ke dalam foundation atau moisturizer sebelum diaplikasikan ke wajah. Hasilnya adalah kulit yang tampak bercahaya secara merata dari dalam — tanpa area yang terlalu mencolok.

Highlighter Bukan Musuh, Tapi Butuh Strategi

Banyak orang berpikir bahwa kalau kulitnya mulai bermasalah dengan garis halus, mereka harus berhenti memakai highlighter. Padahal, itu bukan solusi yang tepat. Highlighter tetap bisa menjadi sahabat riasanmu, asalkan kamu tahu cara menggunakannya dengan benar.

Kuncinya ada tiga hal: pilih formula yang tepat (krim atau cair lebih disarankan daripada bubuk), tentukan area aplikasi yang strategis (fokus pada area yang menonjol dan halus), dan hindari produk dengan partikel glitter kasar yang berlebihan. Dengan tiga prinsip dasar ini, kamu sudah berada di jalur yang benar untuk tampil glowing secara natural.

Makeup yang baik bukan soal menutupi segalanya, melainkan soal menonjolkan yang terbaik dari dirimu. Jadi, coba praktikkan tips-tips di atas saat makeup session berikutnya, dan lihat sendiri perbedaannya. Siapa tahu, highlighter yang selama ini kamu hindari justru akan menjadi produk favoritmu setelah mengetahui cara pakainya yang benar!

By admin