JawaPos.com – Kembali ke Naples memang momen menyenangkan bagi Maurizio Sarri. Naples adalah kota kelahirannya 64 tahun silam. Namun, kembali dalam urusan pekerjaan lain cerita.

Sarri tidak pernah mampu mengalahkan klub kebanggaan Naples, SSC Napoli. Klub yang pernah sukses diasuhnya pada periode 2015–2018.

Dua kali berlaga di Stadio Diego Armando Maradona, kandang Napoli, bersama dua klub berbeda, dua kali pula Sarri mengalami kekalahan.

Setelah tumbang 1-2 bersama Juventus pada 2020–2021, musim lalu dia menyaksikan SS Lazio hancur empat gol tanpa balas.

Kembali ke Stadio Maradona untuk kali kedua bersama Lazio dini hari nanti WIB, Sarri diklaim akan memberi jalan mantan klubnya menuju scudetto Serie A (siaran langsung beIN Sports 1/Vidio pukul 02.45 WIB).

Hingga giornata ke-24, Partenopei –julukan Napoli– sudah meninggalkan dua pesaing terdekat, Inter Milan dan AC Milan, dengan selisih 18 poin (65-47).

”Kami bisa saja menelan kekalahan lagi di sana (Naples, Red). Namun, Anda harus selalu percaya dengan kemenangan sampai peluit panjang,” tepis Sarri sebagaimana yang dilansir Cittaceleste.

Dalam pertemuan pertama musim ini di Stadio Olimpico (4/9/2022), Lazio keok 1-2. Laga yang kemudian mengawali streak 11 kemenangan Partenopei.

Sempat kalah kali pertama dari Inter (0-1, 5/1) pada giornata ke-16, Napoli kembali ke jalur kemenangan. Skuad Luciano Spalletti itu saat ini menorehkan streak enam kemenangan. Dalam empat laga terakhir, gawang Alex Meret sukses nirbobol.

Ancaman utama Napoli tentu saja datang dari koneksi striker Victor Osimhen dan wide attacker Khvicha Kvaratskhelia yang masing-masing menjadi pemuncak capocannoniere (19 gol) dan top assist (9 kali).

Dalam empat laga terakhir Napoli, tiga di antaranya selalu menampilkan Osimhen dan Kvara di papan skor.

”Bagiku, dia (Kvara) merupakan sosok yang misterius. Aku maupun semua orang pasti tidak menyangka begitu besar efek kehadirannya di Serie A musim ini,” ucap gelandang bertahan Lazio Danilo Cataldi kepada DAZN.

Sementara itu, media-media di Naples sudah mulai membuat kalkulasi kapan Napoli bisa menutup persaingan scudetto Serie A lebih cepat. Surat kabar Cronache di Napoli, misalnya, menulis Giovanni Di Lorenzo dkk bisa pesta juara asalkan melewati poin 80.

Sebab, perolehan poin peraih scudetto Serie A dalam beberapa musim terakhir tidak kurang dari 80 poin. Dengan 65 poin, artinya Napoli hanya butuh minimal 15 poin untuk mengunci scudetto. Terkait hal itu, Osimhen tidak mau terlena.

”Kompetisi masih memasuki Maret dan masih banyak laga yang kami jalani di depan. Kami tidak ingin kalkulasi membuat kami mengendurkan ambisi kuat untuk selalu meraih poin di setiap laga,” tutur striker yang musim ini memiliki statistik 21 gol dari 25 laga di berbagai ajang tersebut dilansir Tuttomercatoweb.

By admin