JawaPos.com- Nestapa dampak bencana belum kunjung beringsut di Gresik. Amuk Kali Lamong di wilayah selatan mereda, banjir dan tanah longsor kembali terjadi di sejumlah desa di Pulau Bawean. Bencana itu pun cukup ekstrem. Merata di pulau dengan dua kecamatan tersebut. Akibatnya, rumah, sekolah, hingga jembatan penghubung rusak.

Banjir serta longsor terjadi pada Kamis (2/3) pagi, sekitar pukul 02.00 WIB, kala penduduk sedang beristirahat. Hujan dengan intensitas tinggi terjadi seharian di Pulau Putri, sebutan Pulau Bawean. Air bah datang menerjang tanpa memandang. Warga pun tergagap. Banjir dan longsor itu menjadi yang terbesar jika dibandingkan dengan kejadian sebelumnya.

Di Desa Daun, Kecamatan Sangkapura, misalnya. Banjir dari luapan sungai menerjang satu Dusun Daun Timur. Ratusan rumah terendam. Keinggian air sepinggang orang dewasa. Beberapa warga mengungsi ke rumah saudara mereka di dataran tinggi. Maklum, dusun setempat merupakan area hilir di desa tersebut. ’’Ada 10 rumah yang rusak, empat di antaranya ambruk,” ungkap Wilfatun, salah seorang warga.

Lalu, ke arah barat di Desa Sungairujing. Longsor menimpa SDN 357 Gresik. Brakkkk! Empat ruangan di sekolah itupun ambruk. Longsor juga bergeser ke jalan lingkar dekat sekolah tersebut. ’’Tanah retak di rumah warga. Sementara ini ada sekitar empat rumah yang terdampak. Juga, banjir menerjang desa,’’ ucap Kades Sungairujing Zainal Abidin.

Di Desa Gunungteguh, Kecamatan Sangkapura, area perbukitan juga terjadi longsor. Sebelumnya, di lokasi ini juga pernah terjadi longsor di jalan desa, jembatan, serta rumah warga. Setidaknya, ada 15 unit rumah yang terdampak longsor. ’’Kami sangat butuh bantuan dari pihak pemerintah atau dermawan. Karena musibah ini sudah menjadi langganan di desa kami. Jangan hanya minta data, tapi tidak ada bantuan pada warga yang terdampak,’’ ucap Kepala Desa (Kades) Gunungteguh Abdul Haris.

Longsor juga terjadi di Desa Balikterus, Kecamatan Sangkapura. Sekitar 20 rumah terdampak longsor dari salah satu bukit di desa tersebut. Satu rumah tempat gudang perabot rumah tangga rata dengan tanah serta empat komputer, semua meja, serta arsip terendam air di balai desa. ’’Semuanya rusak, perkiraan kerugian Rp 100 juta,’’ papar Kades Patar Selamat Salam.

Musibah itu belum juga selesai. Jumat (3/3), sekitar pukul 07.30 WIB, BPBD Gresik melaporkan, wilayah Bawean kembali diguyur hujan lebat disertai angin kencang. Derasnya hujan mengakibatkan kawasan Desa Dekatagung dan Desa Sidogedongbatu, Kecamatan Sangkapura, tergenang banjir setinggi 20-50 sentimeter.

Selain banjir, hujan lebat juga membuat tebing bukit di Desa Dekatagung longsor. Di Perbatasan Dusun Prapattunggal dengan Dusun Tanjungmulya pun demikian, Tebing longsor menutup badan jalan lingkar, akses utama di Pulau Bawean.

By admin