Anak-Anak Zaskia Adya Mecca Gila-gilaan Soal Michael Jackson? Ini Respons Sang Ibu yang Bikin Salut

Berita Terkini – Bayangkan kamu pulang ke rumah, lalu tiba-tiba mendengar suara “Hee-hee!” khas Michael Jackson bergema dari kamar anak-anakmu. Bukan dari speaker Bluetooth yang diputar iseng, tapi dari dua bocah yang sedang asyik menirukan gerakan moonwalk di lantai ruang keluarga. Itulah kira-kira gambaran keseharian yang dialami Zaskia Adya Mecca belakangan ini di rumahnya.

Aktris sekaligus ibu dari lima anak ini baru-baru ini membuka cerita soal kegemaran dua buah hatinya, Kama dan Kaba, yang tengah dilanda demam Michael Jackson. Bukan sekadar sesekali mendengarkan lagu, keduanya bahkan sampai menirukan aksi-aksi ikonik sang King of Pop. Wajar kalau banyak orang penasaran — bagaimana ya reaksi seorang ibu saat mendapati anaknya mendadak terobsesi dengan legenda musik yang sudah berpulang lebih dari satu dekade lalu?

Jawabannya mungkin tidak akan kamu sangka. Alih-alih khawatir atau melarang, Zaskia justru merespons dengan cara yang hangat dan penuh apresiasi. Sikapnya ini pun ramai diperbincangkan, karena tidak semua orang tua bisa setenang dan sesupportif itu ketika menghadapi fase “mabuk idola” pada anak-anaknya.

Kama dan Kaba Sedang “Mabuk” Michael Jackson

Zaskia Adya Mecca mengungkapkan cerita ini saat ditemui di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dengan ekspresi antusias, ia bercerita bahwa dua anaknya, Kama dan Kaba, saat ini sedang benar-benar terobsesi dengan Michael Jackson. Kata “mabuk” yang ia pakai pun terasa pas — karena memang begitulah rasanya kalau seorang anak sedang jatuh cinta pada satu figur.

“Oh iya, mereka, anak aku lagi ‘mabuk’ Michael Jackson,” kata Zaskia dengan nada penuh semangat.

Fase mengidolakan seseorang memang hal yang sangat wajar bagi anak-anak. Mereka sedang dalam proses membentuk identitas dan selera, dan seringkali figur yang mereka kagumi menjadi semacam cermin dari kepribadian yang sedang tumbuh. Michael Jackson sendiri bukan sembarang idola — ia adalah salah satu musisi terbesar sepanjang masa yang karya-karyanya tetap relevan lintas generasi. Jadi, kalau dua anak Zaskia memilih MJ sebagai panutan musik mereka, ada sesuatu yang menarik untuk ditelaah lebih dalam.

Respons Zaskia: Bangga dan Merasa Seru

Yang membuat banyak orang kagum adalah reaksi Zaskia terhadap kegemaran anak-anaknya ini. Ia sama sekali tidak merasa terganggu atau cemas. Sebaliknya, ia justru merasa senang karena menurutnya kegemaran tersebut mencerminkan selera musik yang baik.

“Tapi buat aku seru banget karena akhirnya taste lagunya jadi baguslah,” ujar Zaskia.

“Kita kan tahu lagu-lagunya seperti apa. Jadi aku senang kayak, ‘Oke, mengidolakan yang oke’,” tambahnya.

Pernyataan ini sederhana, tapi menyimpan filosofi parenting yang cukup dalam. Zaskia tidak memaksakan selera musiknya sendiri kepada anak-anak, tapi juga tidak membiarkan mereka tumbuh tanpa arah. Ia memilih jalur tengah yang bijak — mendukung kegemaran anak selama ada nilai positif yang bisa dipetik. Dan Michael Jackson, dengan katalog musik yang kaya makna serta teknik vokal dan koreografi yang luar biasa, jelas bukan pilihan yang buruk untuk dijadikan inspirasi.

Mengidolakan Figur Berkualitas, Apa Pentingnya?

Dalam dunia pengasuhan anak, psikolog anak sering menekankan bahwa figur yang dikagumi seorang anak bisa sangat memengaruhi perkembangan kreativitas dan karakter mereka. Ketika anak-anak mengidolakan seseorang yang memiliki karya nyata dan dedikasi tinggi — seperti Michael Jackson yang berlatih keras hingga menciptakan gaya tarinya sendiri — secara tidak langsung mereka belajar tentang kerja keras, ekspresi diri, dan konsistensi.

Kama dan Kaba, dengan menirukan gerakan-gerakan ikonik MJ, mungkin tanpa sadar sedang melatih koordinasi tubuh, rasa ritme, dan kepercayaan diri mereka. Ini bukan sekadar hiburan. Ini adalah proses belajar yang menyenangkan dan organik, dipandu oleh rasa cinta terhadap sosok yang mereka kagumi.

Zaskia dan Komitmennya Hadir untuk Anak-Anak

Di luar cerita tentang Michael Jackson, Zaskia juga menyinggung hal yang lebih mendasar — kehadirannya sebagai ibu. Ia mengaku selalu berusaha meluangkan waktu untuk mendampingi tumbuh kembang anak-anaknya, bahkan untuk hal-hal yang terdengar sederhana sekalipun.

“Pokoknya aku pengin benar-benar menikmati waktu bisa antar jemput anak. Momen ini kan pasti nanti akan aku kangen,” ujar Zaskia dengan penuh perasaan.

Kalimat itu mungkin terdengar ringan, tapi bagi banyak orang tua yang sibuk, kata-kata itu justru sangat berat untuk diamalkan. Mengantar dan menjemput anak sekolah bisa terasa seperti rutinitas biasa, tapi di baliknya tersimpan momen koneksi yang tak ternilai — obrolan kecil di dalam mobil, cerita tentang hari yang baru dijalani, atau sekadar kehadiran yang membuat anak merasa aman.

Zaskia, yang juga aktif berkarier sebagai aktris, tampaknya berhasil menemukan keseimbangan antara dunia profesional dan peran sebagai ibu. Dan itu bukan hal yang mudah.

Lima Anak, Satu Rumah yang Penuh Cerita

Zaskia Adya Mecca dan sutradara Hanung Bramantyo menikah pada 14 September 2009 di sebuah masjid di Jakarta Selatan. Dari pernikahan yang telah berjalan lebih dari satu dekade ini, mereka dikaruniai lima orang anak: Kana Sybilla Bramantyo, Kala Madali Bramantyo, Bhai Kaba Bramantyo, Bhre Kata Bramantyo, dan Bhaj Kama Bramantyo.

Dengan lima anak di bawah satu atap, tentu setiap hari adalah petualangan baru. Dan kini, dua di antara mereka — Kama dan Kaba — sedang membawa “angin” gaya Michael Jackson masuk ke rumah itu. Bisa dibayangkan betapa meriahnya suasana keluarga Zaskia dan Hanung sehari-hari.

Pelajaran dari Zaskia: Parenting yang Santai tapi Terarah

Kisah Zaskia ini sebenarnya menyimpan pelajaran parenting yang menarik bagi banyak orang tua. Tidak semua orang tua sanggup bersikap terbuka terhadap kegemaran anak yang mungkin terasa asing atau tak terduga. Tapi Zaskia menunjukkan bahwa dengan sedikit rasa ingin tahu dan keterbukaan pikiran, orang tua bisa menjadi teman terbaik bagi anak — bukan sekadar penjaga aturan.

Mendukung hobi dan kegemaran anak, selama membawa dampak positif, adalah salah satu investasi terbaik yang bisa dilakukan orang tua. Dan dalam kasus Kama dan Kaba, mengidolakan Michael Jackson bukan hanya soal ikut-ikutan tren — ini soal mengenal warisan budaya musik dunia yang luar biasa, yang bahkan generasi-generasi sebelum mereka pun tak bisa melupakannya.

Jadi, kalau suatu hari kamu mendengar anak kecil berteriak “Shamone!” sambil mencoba moonwalk di ruang tamu, mungkin itu bukan masalah. Mungkin itu justru tanda bahwa si kecil sedang tumbuh dengan selera yang luar biasa. Seperti yang Zaskia bilang — mengidolakan yang oke itu juga sesuatu yang layak untuk dirayakan bersama.

By admin