Sarwendah Ternyata Ikut Gelontorkan Miliaran untuk Rumah Cilandak, Bukan Cuma Ruben Onsu?

Berita Terkini – Polemik rumah mewah di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, antara Ruben Onsu dan Sarwendah tampaknya belum menemukan titik terang. Publik selama ini mungkin hanya mendengar satu sisi cerita — bahwa Ruben Onsu-lah yang merogoh kocek dalam-dalam, bahkan sampai berutang ke bank, demi membangun hunian impian sang mantan istri. Namun kini, Sarwendah angkat bicara dan membawa perspektif yang sama sekali berbeda.

Dalam sebuah konten bersama Denny Sumargo, Sarwendah membuka suara dan menegaskan bahwa dirinya pun ikut andil secara finansial dalam proses pembangunan rumah tersebut. Bukan sekadar klaim lisan, ia bahkan menyebut tengah mengumpulkan bukti-bukti konkret untuk memperkuat pernyataannya. Pernyataan ini tentu membuat banyak orang bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang lebih banyak berkontribusi dalam pembangunan rumah senilai puluhan miliar itu?

Kisah di balik rumah ini rupanya jauh lebih kompleks dari yang terlihat di permukaan. Ada proses pembangunan yang sempat terhenti berbulan-bulan, ada uang dari berbagai sumber yang mengalir demi melanjutkan proyek tersebut, dan tentu saja ada dua versi cerita yang kini saling berhadapan. Mari kita telusuri lebih dalam apa yang sebenarnya terjadi.

Pembangunan Sempat Mandek Enam Bulan, Sarwendah Turun Tangan

Sarwendah mengisahkan bahwa proses pembangunan rumah di Cilandak tidaklah berjalan mulus sejak awal. Di tengah jalan, proyek itu sempat terhenti total selama enam bulan — sebuah kondisi yang tentu tidak ideal, apalagi ketika konstruksi sudah mencapai setengah jalan. Bangunan yang terbengkalai bukan hanya masalah estetika, tapi juga risiko struktural dan kerugian finansial yang terus membesar.

“Pembangunan udah setengah, dan sempat berhenti enam bulan,” ujar Sarwendah dalam konten bersama Denny Sumargo. Di sinilah, menurut pengakuannya, ia memutuskan untuk turun tangan. Bukan hanya menunggu atau meminta, tapi ikut mengeluarkan uang pribadi agar pembangunan bisa kembali berjalan.

“(Akhirnya) pakai uang papa sama pakai uang aku,” imbuhnya dengan nada lugas.

Berapa Nominal yang Dikeluarkan Sarwendah?

Pertanyaan soal nominal tentu menjadi bagian yang paling menarik perhatian. Saat Denny Sumargo mendesaknya dengan pertanyaan berapa jumlah uang yang ia keluarkan, Sarwendah belum bisa memberikan angka pasti. Ia menyebut proses penghitungan masih berlangsung.

Yang menarik, ada suara dari luar kamera yang menyebut angka Rp 20 miliar — dan reaksi Denny Sumargo cukup mengejutkan. “Rp 20 miliar?” tanya Denny dengan nada terkejut. Sarwendah pun merespons dengan tenang, “Belum selesai ngitungnya.”

Artinya, angka tersebut bisa jadi lebih besar, bisa juga lebih kecil dari Rp 20 miliar. Yang jelas, Sarwendah tidak menampik bahwa kontribusi finansialnya dalam proyek ini bukan jumlah yang bisa dianggap remeh.

Bukti Rekening Koran Sedang Dikumpulkan

Sarwendah juga memastikan bahwa klaimnya bukan sekadar omongan tanpa dasar. Ia tengah menyiapkan bukti berupa rekening koran yang sudah ditandai dan didata secara rinci — sebuah langkah yang menunjukkan bahwa pernyataannya dirancang untuk bisa dipertanggungjawabkan secara faktual.

“Itu aku juga lagi print, rekening korannya langsung ditandain, maksudnya yang cocoklogi lah, lagi di data,” ucap Sarwendah. Penggunaan kata “cocoklogi” di sini terkesan santai, tapi pesan yang ingin disampaikan jelas: ia sedang berupaya mencocokkan dan memperkuat data keuangannya secara sistematis.

Peran Sang Ayah: Nalangin Demi Rumah Anak

Satu detail menarik lain yang diungkap Sarwendah adalah peran sang ayah — yang ia panggil “Papi” — dalam proses pembiayaan rumah tersebut. Menurut Sarwendah, ayahnya pun ikut mengeluarkan uang pribadi demi memastikan pembangunan tidak berhenti di tengah jalan.

“Papi aku ada pakai duit dia sendiri juga,” ujarnya. Dan ketika ditanya soal alasannya, Sarwendah menjelaskan dengan sederhana namun penuh makna: “Nalangin dong, karena ya namanya rumah anak, pasti dia nalangin gitu, biar lanjut lah (pembangunannya).”

Ada nuansa emosional yang kuat di balik kalimat itu. Seorang ayah yang rela merogoh koceknya sendiri demi kelancaran rumah sang anak — ini bukan sekadar soal uang, tapi juga soal rasa tanggung jawab dan kasih sayang keluarga. Dan menurut Sarwendah, jumlah yang dikeluarkan ayahnya pun belum termasuk dalam total hitungan yang ia sebutkan sebelumnya.

Versi Ruben Onsu: Belasan Miliar hingga Utang ke Bank

Sebelum Sarwendah angkat bicara, pihak Ruben Onsu lebih dulu menyampaikan posisinya melalui kuasa hukum mereka, Minola Sebayang. Menurut Minola, kliennya telah mengeluarkan uang dalam jumlah yang sangat besar — bahkan harus berutang ke bank — demi memenuhi keinginan Sarwendah untuk mendapatkan rumah impian.

Dari pihak bank, Ruben disebut mendapatkan pinjaman sebesar kurang lebih Rp 10,5 miliar. Sementara untuk biaya renovasi, total yang dikeluarkan Ruben mencapai lebih dari Rp 11 miliar, tepatnya Rp 11.115.325.000. Pembayaran dilakukan secara bertahap kepada kontraktor, dengan nominal transfer yang bervariasi — meski rata-rata setiap kali transfer mencapai Rp 250 juta.

“Ruben membayar biaya renovasi itu kepada kontraktornya, dilakukan pembayaran secara bertahap,” ungkap Minola di program Intens Investigasi.

Dua Versi, Satu Rumah: Siapa yang Benar?

Kini ada dua narasi yang saling berdiri sendiri. Di satu sisi, pihak Ruben Onsu menegaskan bahwa kliennya telah mengeluarkan dana belasan miliar rupiah, bahkan harus berhutang ke bank. Di sisi lain, Sarwendah menyatakan bahwa dirinya dan sang ayah pun telah berkontribusi besar — dengan angka yang disebutkan orang di sekitarnya mencapai Rp 20 miliar, meskipun penghitungan masih terus berlangsung.

Yang menarik adalah bahwa kedua belah pihak sama-sama mengklaim telah mengeluarkan uang dalam jumlah besar. Artinya, bisa jadi keduanya memang benar — bahwa rumah tersebut dibangun dengan kontribusi finansial dari dua pihak, bukan hanya satu. Namun pertanyaan soal proporsi, kepemilikan legal, dan hak atas aset itulah yang kemungkinan besar akan menjadi pokok sengketa sesungguhnya.

Lebih dari Sekadar Persoalan Uang

Kasus ini sejatinya bukan hanya tentang siapa yang lebih banyak mengeluarkan uang. Ada lapisan-lapisan kompleksitas di dalamnya — soal kepercayaan, soal hak kepemilikan aset setelah hubungan berakhir, dan soal bagaimana kontribusi finansial dalam sebuah hubungan bisa menjadi bahan perdebatan yang menyakitkan ketika segalanya sudah berubah.

Sarwendah dengan rekening koran dan data yang sedang dikumpulkan, Ruben Onsu dengan bukti transfer bertahap senilai miliaran rupiah — keduanya sedang membangun narasi masing-masing di ruang publik. Dan publik, tentu saja, menyaksikan semua ini dengan penuh perhatian.

Yang menjadi pertanyaan ke depan: apakah bukti-bukti yang dikumpulkan Sarwendah akan cukup kuat untuk mengubah persepsi publik, atau justru akan semakin memperumit kisah di balik rumah Cilandak ini? Satu hal yang pasti — cerita ini belum selesai, dan setiap perkembangan baru akan terus menarik perhatian jutaan mata yang penasaran.

By admin