Beritaterkini.co.idMenteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menggelar pertemuan besar bersama seluruh pegawai Kementerian Sosial Republik Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Kegiatan bertajuk “Selalu Ada Ramadan: Puasa dari Putus Asa” ini bukan sekadar acara seremonial biasa, Gus Ipul memanfaatkan momentum Ramadan untuk mengingatkan seluruh jajaran Kemensos tentang tanggung jawab besar yang ada di pundak mereka sebagai pelayan masyarakat yang paling rentan.

Dalam arahannya, Gus Ipul menegaskan tiga mandat utama yang diberikan Presiden Prabowo Subianto kepada Kemensos: pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), pengembangan Sekolah Rakyat, dan penyaluran bantuan sosial yang tepat sasaran. Ketiga mandat ini bukan hal baru, tapi penegasannya di momen menjelang Lebaran menjadi sinyal bahwa Gus Ipul ingin memastikan seluruh mesin birokrasi Kemensos tetap bergerak dengan tujuan yang sama dan terukur.

Acara ini juga diwarnai dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat dari Jakarta, Bogor, Bekasi, dan Tangerang, serta penyerahan bantuan seperangkat alat salat kepada 1.000 siswa Sekolah Rakyat bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia.

Pesan Utama Gus Ipul: Tidak Ada Ego Sektoral di Kemensos

Salah satu poin terpenting dalam arahan Gus Ipul adalah soal sinergi antar unit di dalam tubuh Kemensos sendiri. Ia secara eksplisit menyinggung bahaya ego sektoral yang bisa menghambat kinerja kementerian secara keseluruhan.

“Saya ingin kita menyadari bahwa tugas kita terhubung satu dengan yang lain. Satu Dirjen dengan Dirjen yang lain itu terhubung, bukan sendiri-sendiri, bukan terkotak-kotak, tetapi menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan, maka tidak boleh ada ego sektoral,” tegas Gus Ipul.

Pernyataan ini relevan mengingat Kemensos mengelola berbagai program besar yang melibatkan banyak direktorat jenderal sekaligus. Mulai dari data penerima bantuan sosial, pelaksanaan program Sekolah Rakyat, hingga penyaluran berbagai skema bansos, semuanya membutuhkan koordinasi lintas unit yang solid. Jika masing-masing dirjen bergerak sendiri tanpa sinergi, maka program prioritas Presiden Prabowo berisiko berjalan tidak optimal di lapangan.

Tiga Mandat Presiden Prabowo yang Harus Dieksekusi Kemensos

Gus Ipul secara khusus mengajak seluruh pegawai untuk selalu mengingat tiga mandat yang sudah berkali-kali ia sampaikan sebagai kompas kerja Kemensos. “Ada tiga mandat yang sering saya sampaikan. Pertama adalah mandat pemutakhiran DTSEN, yang kedua mandat Sekolah Rakyat, dan ketiga adalah mandat bansos tepat sasaran,” jelasnya.

Pemutakhiran DTSEN

Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional adalah fondasi dari seluruh program perlindungan sosial di Indonesia. Tanpa data yang akurat dan mutakhir, bansos berpotensi salah sasaran dan sumber daya negara terbuang sia-sia. Pemutakhiran DTSEN menjadi prioritas pertama karena tanpa basis data yang benar, dua mandat lainnya tidak akan berjalan efektif.

Sekolah Rakyat

Program Sekolah Rakyat adalah salah satu inisiatif paling ambisius Kemensos di bawah kepemimpinan Gus Ipul. Dalam acara ini, siswa-siswa Sekolah Rakyat dari wilayah Jabodetabek tampil langsung membacakan ayat suci Al-Quran, menyanyikan paduan suara, dan membacakan puisi, sebuah demonstrasi nyata dari program yang sedang dibangun.

Bansos Tepat Sasaran

Mandat ketiga adalah memastikan setiap bantuan sosial yang disalurkan Kemensos benar-benar sampai ke tangan yang berhak. “Setiap bantuan sosial yang kita berikan itu, kita tepat sasaran, berdampak dan memberdayakan,” tegas Gus Ipul. Ini bukan sekadar slogan, tapi komitmen yang harus diwujudkan melalui verifikasi data dan pengawasan distribusi yang ketat.

Kemensos dan BNI Salurkan 1.000 Paket Alat Salat untuk Siswa Sekolah Rakyat

Di sela kegiatan, Kemensos bersama Bank Negara Indonesia menyalurkan bantuan berupa seperangkat alat salat kepada 1.000 siswa Sekolah Rakyat. Secara simbolis, Gus Ipul didampingi Direktur Kelembagaan BNI Eko Setyo Nugroho menyerahkan bantuan tersebut kepada lima orang penerima manfaat.

“Seribu paket untuk siswa Sekolah Rakyat. Ya tentu kita berterima kasih, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan dengan baik oleh teman-teman siswa Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul. Penyerahan bantuan ini menjadi simbol konkret dari komitmen Kemensos untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu bisa merayakan Lebaran dengan lebih layak.

Kemensos sebagai Eksekutor Pasal 34 UUD 1945

Gus Ipul menutup arahannya dengan mengingatkan kembali landasan konstitusional dari seluruh kerja Kemensos. Tugas utama kementerian ini adalah membantu Presiden mengeksekusi Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945 yang menegaskan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara.

“Bagaimana caranya? Diberikan perlindungan sosial, diberikan rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial,” tegasnya. Framing konstitusional ini penting karena menempatkan kerja Kemensos bukan sekadar rutinitas birokrasi, tapi sebagai amanat tertinggi yang tertulis dalam konstitusi negara.

Dengan seluruh sumber daya yang dimiliki, Gus Ipul menegaskan tidak ada ruang bagi pegawai untuk bekerja setengah hati. “Kami tidak ingin sumber daya yang kami miliki ini tersisih sebagian, sebagian lagi bekerja. Kami ingin semuanya bisa bekerja, semua melaksanakan tanggung jawab dengan baik,” pungkasnya.

By admin