Hujan yang turun sejak malam hingga dini hari kembali membawa kabar kurang menyenangkan bagi warga Ibu Kota. Banjir Jakarta dilaporkan kembali meluas pada Jumat pagi, membuat aktivitas warga di sejumlah wilayah terganggu. Genangan air yang sempat surut ternyata kembali naik, memaksa banyak warga untuk kembali waspada.

Situasi ini memperlihatkan betapa banjir masih menjadi persoalan klasik Jakarta. Meski berbagai upaya penanggulangan terus dilakukan, curah hujan tinggi dan kondisi drainase di beberapa titik membuat air cepat meluap. Pagi ini, genangan tak hanya merendam permukiman, tetapi juga sejumlah ruas jalan utama.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, ratusan Rukun Tetangga (RT) dan belasan ruas jalan masih tergenang air. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan informasi terkini sangat penting bagi warga yang beraktivitas di tengah cuaca ekstrem.

Data Terbaru Banjir Jakarta Jumat Pagi

BPBD DKI Jakarta mencatat bahwa hingga Jumat, 23 Januari 2026, pagi, banjir Jakarta masih menggenangi 125 RT dan 14 ruas jalan di berbagai wilayah. Angka ini menunjukkan peningkatan dibandingkan kondisi dini hari sebelumnya.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menjelaskan bahwa banjir sempat menggenangi 132 RT pada Kamis malam. Air kemudian berangsur surut hingga menyisakan 106 RT pada Jumat dini hari. Namun, hujan lanjutan membuat genangan kembali meluas pada pagi harinya.

Wilayah yang terdampak meliputi Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur. Sementara itu, Jakarta Pusat dipastikan sudah bebas dari genangan air.

Penyebab Banjir Kembali Meluas

Salah satu faktor utama meluasnya banjir kali ini adalah curah hujan tinggi yang turun secara merata di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Selain itu, kiriman air dari wilayah hulu dan sistem drainase yang belum sepenuhnya optimal di beberapa titik turut memperparah kondisi.

Di beberapa lokasi, genangan tercatat mencapai ketinggian yang cukup signifikan, bahkan hingga lebih dari satu meter. Kondisi ini tentu berdampak langsung pada aktivitas warga, terutama di kawasan permukiman padat penduduk.

Sebaran Wilayah Terdampak Banjir Jakarta

Jakarta Barat Paling Banyak Terdampak

Jakarta Barat menjadi salah satu wilayah dengan jumlah RT terdampak cukup tinggi, yaitu 38 RT. Beberapa kelurahan yang terdampak antara lain Duri Kosambi, Kapuk, Kedaung Kali Angke, hingga Rawa Buaya.

Ketinggian air di wilayah ini bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai 150 sentimeter di titik tertentu. Kondisi ini membuat sebagian warga harus membatasi aktivitas, bahkan bersiap untuk evakuasi jika air terus naik.

Jakarta Selatan Dikepung Genangan

Di Jakarta Selatan, 55 RT dilaporkan masih terendam banjir. Kelurahan Petogogan menjadi salah satu titik dengan jumlah RT terdampak terbanyak. Selain itu, wilayah seperti Cipulir, Ulujami, dan Pela Mampang juga mengalami genangan dengan ketinggian air yang cukup mengganggu.

BPBD menyebutkan bahwa hujan deras menjadi penyebab utama banjir di kawasan ini, terutama di daerah yang berada di dataran rendah atau dekat aliran sungai.

Jakarta Timur dan Jakarta Utara Tak Luput

Jakarta Timur mencatat 30 RT terdampak banjir, dengan wilayah Cipinang Melayu menjadi salah satu yang terparah. Ketinggian air di kawasan ini berkisar antara 30 hingga 100 sentimeter, memengaruhi akses jalan dan aktivitas warga.

Sementara itu, Jakarta Utara mencatat 2 RT terdampak banjir, tepatnya di Kelurahan Kapuk Muara, dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter. Meski jumlahnya lebih sedikit, warga tetap diminta waspada terhadap potensi kenaikan air.

14 Ruas Jalan Masih Tergenang Air

Selain permukiman, banjir Jakarta juga berdampak pada infrastruktur jalan. BPBD mencatat ada 14 ruas jalan yang masih tergenang air dengan ketinggian antara 10 hingga 65 sentimeter.

Beberapa ruas jalan tersebut berada di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur. Jalan-jalan ini menjadi akses penting bagi warga, sehingga genangan air berpotensi menimbulkan kemacetan dan menghambat mobilitas.

Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif dan selalu memantau informasi lalu lintas terkini. Kehati-hatian sangat diperlukan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang rentan terhadap genangan air cukup dalam.

Dampak Banjir bagi Aktivitas Warga

Banjir yang kembali meluas ini tentu membawa dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari warga Jakarta. Aktivitas bekerja, sekolah, hingga distribusi barang bisa terganggu akibat genangan air di permukiman maupun jalan utama.

Di beberapa wilayah, warga terpaksa menunda aktivitas pagi mereka atau bekerja dari rumah. Sementara itu, pedagang kecil dan pelaku usaha di kawasan terdampak harus menanggung kerugian akibat berkurangnya aktivitas ekonomi.

Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD

BPBD DKI Jakarta terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani dampak banjir. Pompa air diaktifkan, petugas disiagakan di titik rawan, dan informasi terbaru terus disampaikan kepada masyarakat.

Warga diimbau untuk tetap waspada, menjaga keselamatan diri dan keluarga, serta mengamankan barang-barang penting. Jika diperlukan, segera menghubungi pihak berwenang atau posko terdekat untuk mendapatkan bantuan.

Waspada dan Tetap Update Informasi

Kondisi banjir Jakarta yang masih dinamis menuntut kewaspadaan ekstra dari seluruh warga. Cuaca yang belum stabil membuat potensi genangan masih bisa terjadi, terutama di wilayah langganan banjir.

Dengan mengikuti informasi resmi dan bersikap siaga, diharapkan dampak banjir bisa diminimalkan. Jangan lupa untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi lingkungan sekitar, serta saling membantu sesama warga di tengah situasi sulit ini.

By admin