Beritaterkini – Drama politik Jateng kembali mencuri perhatian publik setelah beredar kabar FX Hadi Rudyatmo mengundurkan diri dari jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah. Informasi ini ramai diperbincangkan usai munculnya surat pengunduran diri yang disebut-sebut ditandatangani langsung oleh FX Rudy.

Isu ini menjadi sensitif karena posisi FX Rudy bukan figur sembarangan di internal PDIP Jateng. Mantan Wali Kota Solo dua periode itu dikenal sebagai kader senior yang memiliki pengaruh kuat, terutama di basis pemilih tradisional PDIP di Jawa Tengah.

Namun hingga kini, kebenaran dan status resmi pengunduran diri tersebut masih memunculkan tanda tanya. Sejumlah pihak internal partai mengaku belum mendapat konfirmasi langsung, termasuk keluarga dekat FX Rudy sendiri.

Beredarnya Surat Pengunduran Diri FX Rudy

Kabar ini mencuat setelah sebuah surat yang disebut sebagai surat pengunduran diri FX Hadi Rudyatmo beredar luas di kalangan internal dan media. Surat tersebut bertanggal 12 Desember 2025 dan ditujukan langsung kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

Dalam surat itu, FX Rudy menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan Ketua Umum PDIP kepadanya untuk mengemban tugas sebagai Plt Ketua DPD PDIP Jawa Tengah. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena merasa tidak mampu menjalankan amanah tersebut secara maksimal.

Isi Penting Surat yang Beredar

Beberapa poin penting yang tertuang dalam surat tersebut antara lain:

  • FX Rudy menyatakan mengundurkan diri efektif mulai 17 Desember 2025

  • Alasan pengunduran diri disebut karena ketidakmampuan menjalankan tugas dan demi menjaga soliditas organisasi

  • Ia menyatakan tetap setia sebagai kader PDIP, meski hanya sebagai anggota biasa

  • Menegaskan loyalitas penuh kepada Megawati Soekarnoputri dan komitmen memenangkan Pemilu 2029

Dalam salah satu penggalan surat tertulis:

“Dengan mengingat dan mempertimbangkan ketidakmampuan kami menjadi Plt Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah serta melihat situasi kondisi saat ini, agar organisasi tetap berjalan solid dan kompak, dengan tulus ikhlas kami mulai tanggal 17 Desember 2025 mengundurkan diri dari jabatan yang ditugaskan Ketua Umum.”

Surat tersebut juga ditembuskan kepada sejumlah petinggi PDIP, mulai dari Sekjen DPP PDIP, Ketua DPP PDIP, hingga jajaran struktural PDIP se-Jawa Tengah.

Keabsahan Surat Masih Dipertanyakan

Meski surat tersebut beredar luas, muncul sejumlah kejanggalan yang membuat banyak pihak berhati-hati menyikapinya. Salah satu yang disorot adalah tidak adanya kop surat resmi PDIP dalam dokumen tersebut.

Selain itu, hingga berita ini beredar, belum ada pernyataan resmi dari DPP PDIP yang mengonfirmasi secara terbuka pengunduran diri FX Rudy dari jabatan Plt Ketua DPD PDIP Jateng.

Situasi ini membuat isu tersebut masuk dalam kategori drama politik Jateng yang masih berkembang dan belum memiliki kepastian hukum maupun organisatoris.

Pernyataan Rheo Fernandes: Anak FX Rudy Mengaku Tak Tahu

Menariknya, salah satu klarifikasi justru datang dari Rheo Fernandes, Ketua PAC PDIP Jebres yang juga merupakan putra FX Hadi Rudyatmo. Saat dikonfirmasi, Rheo mengaku sama sekali tidak mengetahui adanya surat pengunduran diri tersebut.

Rheo: Tahu dari Media, Bukan dari Ayah

Saat ditemui di sela-sela rapat konsolidasi pada Kamis (18/12/2025), Rheo menyampaikan bahwa dirinya baru mengetahui surat tersebut dari pemberitaan media.

“Kalau surat itu saya malah nggak tahu. Saya tahunya baca di media. Tahu-tahu muncul dan beredar,” ujar Rheo.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak Jumat (12/12/2025), FX Rudy diketahui berada di Bali, kemudian kembali ke Solo dan langsung bertolak ke Jakarta pada Senin pagi (15/12/2025).

Hingga saat ini, Rheo mengaku belum bertemu langsung dengan ayahnya untuk memastikan kebenaran surat tersebut.

Belum Ada Konfirmasi Langsung dari FX Rudy

Rheo juga menegaskan bahwa ia belum berani melakukan konfirmasi langsung kepada FX Rudy terkait isu ini. Menurutnya, posisi struktural keduanya sangat berbeda.

“Nggak berani kalau itu saya. Karena tahapnya sudah berbeda. Saya kan struktural paling bawah, beliau sudah di DPD,” ungkapnya.

Pernyataan ini memperkuat kesan bahwa informasi pengunduran diri FX Rudy masih bersifat sepihak dan belum dikonfirmasi secara langsung oleh yang bersangkutan.

Konsolidasi Internal PDIP Jateng Tetap Berjalan

Di tengah isu pengunduran diri tersebut, PDIP Jateng tetap menggelar rapat konsolidasi yang dihadiri unsur fraksi dan struktural partai. Namun, menurut Rheo, agenda rapat tersebut secara resmi hanya membahas konsolidasi organisasi.

“Kalau di undangan tertulisnya konsolidasi. Undangannya keluar setelah surat itu beredar,” jelasnya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui apakah rapat tersebut secara khusus membahas soal pengunduran diri FX Rudy atau tidak.

Dampak dan Analisis Singkat Drama Politik Jateng

Isu ini menambah dinamika politik internal PDIP Jawa Tengah, terutama pasca hasil Pemilu dan Pilpres sebelumnya yang disebut-sebut cukup berat bagi PDIP di wilayah tersebut. Posisi Ketua DPD PDIP Jateng memang menjadi strategis karena Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai kandang banteng.

Jika pengunduran diri FX Rudy benar-benar terjadi dan dikukuhkan secara resmi, PDIP Jateng akan menghadapi fase transisi kepemimpinan yang krusial menjelang agenda politik besar, termasuk Pemilu 2029.

Namun selama belum ada pernyataan resmi dari DPP PDIP atau FX Hadi Rudyatmo sendiri, isu ini masih berada pada tahap klarifikasi dan verifikasi.

Menunggu Sikap Resmi DPP PDIP

Hingga kini, publik dan kader PDIP masih menunggu sikap resmi dari DPP PDIP terkait kebenaran surat pengunduran diri tersebut. Dalam praktik organisasi partai, keputusan strategis seperti ini umumnya diumumkan secara formal melalui jalur resmi partai.

Sampai ada klarifikasi resmi, drama politik Jateng ini masih akan terus menjadi bahan perbincangan, baik di internal PDIP maupun di ruang publik.

By admin