Beritaterkini – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri dijadwalkan menerima gelar doktor kehormatan atau Doctor Honoris Causa dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University (PNU), Riyadh, Arab Saudi, pada 9 Februari 2026. Penganugerahan ini menjadi sorotan karena dinilai sebagai pengakuan internasional terhadap peran Megawati dalam diplomasi, demokrasi, dan pemberdayaan perempuan.

Gelar kehormatan tersebut juga memiliki makna simbolik yang kuat. PNU dikenal sebagai universitas perempuan terbesar di dunia, sehingga penghargaan kepada Megawati dinilai mencerminkan apresiasi terhadap kepemimpinan perempuan di tingkat global, terutama di negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Selain menerima gelar, Megawati dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah yang membahas pemberdayaan perempuan dalam pemerintahan. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan luar negeri yang diharapkan turut memperkuat citra Indonesia dalam diplomasi internasional.

Penganugerahan di Riyadh dan Maknanya

Megawati akan menerima gelar doktor kehormatan dari Princess Nourah Bint Abdulrahman University di Riyadh. Universitas ini merupakan institusi pendidikan tinggi khusus perempuan terbesar di dunia dan menjadi simbol kemajuan pendidikan perempuan di Arab Saudi.

Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah menyampaikan bahwa penganugerahan ini merupakan bentuk penghargaan atas kiprah Megawati sebagai presiden perempuan pertama Republik Indonesia serta kontribusinya dalam memperkuat demokrasi dan hubungan internasional.

Menurut Basarah, Megawati juga akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Pemberdayaan Perempuan dalam Pemerintahan Negara” dalam acara penganugerahan tersebut. Tema ini dinilai relevan dengan perjalanan politik Megawati dan isu kesetaraan gender di tingkat global.

Tokoh Non-Arab Saudi Pertama

Basarah menjelaskan, Megawati menjadi tokoh pertama di luar warga Arab Saudi yang menerima gelar kehormatan dari PNU. Hal ini dianggap memiliki makna strategis dalam konteks diplomasi perempuan di dunia Islam.

Ia menilai, penghargaan tersebut menunjukkan bahwa perempuan dapat mengambil peran penting dalam kepemimpinan nasional tanpa harus meninggalkan nilai-nilai budaya dan agama. Megawati disebut sebagai contoh pemimpin perempuan yang mampu memadukan emansipasi dengan konteks sosial masyarakat Muslim.

Basarah juga menekankan bahwa pengakuan dari universitas di Arab Saudi ini dapat menjadi inspirasi bagi negara-negara lain dalam mendorong partisipasi perempuan di sektor pemerintahan dan diplomasi internasional.

Orasi Ilmiah tentang Pemberdayaan Perempuan

Dalam agenda akademik tersebut, Megawati dijadwalkan menyampaikan orasi ilmiah yang menyoroti peran perempuan dalam pemerintahan negara. Orasi ini diperkirakan akan membahas pengalaman kepemimpinan perempuan, tantangan yang dihadapi, serta peluang peningkatan partisipasi perempuan dalam politik dan kebijakan publik.

Topik tersebut sejalan dengan berbagai diskusi global tentang kesetaraan gender, termasuk peran perempuan dalam pengambilan keputusan strategis. Di banyak negara, representasi perempuan di lembaga pemerintahan masih menjadi isu yang terus diperjuangkan.

Kehadiran Megawati di forum akademik internasional ini dinilai sebagai kesempatan untuk berbagi pengalaman Indonesia dalam mendorong keterlibatan perempuan di ruang publik dan pemerintahan.

Pengakuan Global atas Kiprah Megawati

Gelar dari PNU menambah daftar doktor kehormatan yang telah diterima Megawati dari berbagai universitas di dalam dan luar negeri. Secara keseluruhan, penghargaan ini menjadi yang ke-11 bagi Megawati sepanjang kariernya di bidang politik dan kemanusiaan.

Penghargaan tersebut dianggap mencerminkan pengakuan global atas peran Megawati dalam diplomasi kemanusiaan, hubungan internasional, serta penguatan demokrasi di Indonesia. Selama aktif di panggung internasional, Megawati juga kerap terlibat dalam forum yang membahas isu perdamaian, kerja sama antarnegara, dan pembangunan berkelanjutan.

Basarah menyebut penganugerahan ini sebagai bagian dari diplomasi kemanusiaan yang selama ini dijalankan Megawati. Upaya tersebut, menurutnya, berfokus pada membangun hubungan antarbangsa yang melampaui batas negara dan kepentingan politik semata.

Rangkaian Agenda di Arab Saudi

Setelah menyelesaikan agenda akademik di Riyadh, Megawati bersama keluarga dan rombongan dijadwalkan melaksanakan ibadah umrah. Kegiatan ini menjadi penutup dari rangkaian kunjungan luar negeri yang mencakup pertemuan diplomatik dan forum internasional.

Basarah berharap, kunjungan tersebut dapat memperkuat citra Indonesia di kancah global, khususnya dalam isu kepemimpinan perempuan dan diplomasi di dunia Islam. Ia juga menilai kehadiran tokoh Indonesia di forum internasional dapat memperluas kerja sama lintas negara di bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan.

Dampak bagi Citra Indonesia

Penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati dinilai memiliki dampak positif bagi citra Indonesia di mata internasional. Selain memperkuat hubungan akademik dan budaya, momentum ini juga dapat membuka ruang dialog mengenai peran perempuan dalam kepemimpinan di negara-negara Muslim.

Secara simbolis, penghargaan dari universitas perempuan terbesar di dunia kepada mantan presiden perempuan Indonesia menunjukkan adanya kesamaan visi dalam mendorong pendidikan dan pemberdayaan perempuan.

Di tengah dinamika global, diplomasi berbasis pendidikan dan kemanusiaan menjadi salah satu jalur yang dinilai efektif untuk memperkuat hubungan antarnegara. Kehadiran Megawati di Riyadh dalam konteks akademik dan diplomatik diharapkan dapat memberikan kontribusi pada penguatan kerja sama tersebut.

Penutup

Agenda penganugerahan gelar doktor kehormatan kepada Megawati Soekarnoputri di Riyadh menjadi peristiwa penting dalam hubungan Indonesia dan Arab Saudi di bidang pendidikan serta diplomasi. Selain menjadi pengakuan atas kiprah pribadi, momentum ini juga membawa pesan tentang pentingnya peran perempuan dalam kepemimpinan global.

Dengan orasi ilmiah yang mengangkat tema pemberdayaan perempuan serta rangkaian kegiatan diplomatik lainnya, kunjungan ini diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional sekaligus menginspirasi generasi penerus.

By admin