Beritaterkini – Gempa kuat kembali mengguncang kawasan Asia Timur. Gempa lepas pantai Taiwan timur dengan kekuatan bermagnitudo 7 SR terjadi pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, dan dirasakan luas di berbagai wilayah Taiwan, termasuk kota-kota besar seperti Taipei dan New Taipei City.
Getaran gempa yang terjadi menjelang tengah malam itu membuat warga terbangun dari tidur, memicu kepanikan sesaat, serta berdampak pada sejumlah layanan publik. Otoritas setempat langsung bergerak cepat dengan mengeluarkan peringatan dini dan melakukan pemantauan intensif pascagempa.
Meski tidak berpusat di daratan, kekuatan gempa yang signifikan menjadikan peristiwa ini sebagai salah satu gempa paling terasa di Taiwan sepanjang akhir tahun 2025, sekaligus kembali menegaskan tingginya aktivitas seismik di wilayah tersebut.
Gempa Lepas Pantai Taiwan Timur Terjadi Sabtu Malam
Waktu dan Lokasi Gempa
Berdasarkan informasi resmi dari Central Weather Administration (CWA) atau Direktorat Jenderal Cuaca Pusat Taiwan, gempa terjadi pada pukul 23.05 waktu setempat atau Sabtu (27/12/2025) malam.
Pusat gempa berada di lepas pantai Kabupaten Yilan, tepatnya sekitar 32,3 kilometer di sebelah timur Balai Kabupaten Yilan, dengan kedalaman mencapai 72,8 kilometer. Kedalaman ini tergolong menengah, namun tetap mampu menghasilkan guncangan kuat yang dirasakan luas.
CWA menegaskan bahwa gempa tersebut memiliki magnitudo 7,0 Skala Richter (SR), sehingga wajar jika dampaknya terasa hingga wilayah Taiwan bagian barat dan selatan.
Guncangan Terasa Luas di Berbagai Kota
Intensitas Tinggi di Wilayah Perkotaan
Selain magnitudo, CWA juga mencatat intensitas gempa, yaitu ukuran seberapa kuat dampak gempa dirasakan di permukaan. Intensitas tertinggi tercatat berada di level 4 dari skala 7 tingkat yang digunakan di Taiwan.
Wilayah yang mengalami intensitas 4 meliputi:
-
Kota New Taipei
-
Taipei
-
Keelung
-
Taoyuan
-
Taichung
-
Hsinchu
-
Chiayi
-
Tainan
Serta sejumlah kabupaten seperti Yilan, Hualien, Nantou, Miaoli, Changhua, Yunlin, Taitung, dan Chiayi.
Menurut CWA, pada intensitas skala 4, gempa dapat menyebabkan:
-
Hampir semua orang yang tidur terbangun
-
Benda-benda di dalam rumah berjatuhan
-
Rumah berguncang cukup kuat hingga berpotensi mengalami kerusakan ringan
-
Pengendara kendaraan dan pejalan kaki merasakan getaran jelas
Intensitas Lebih Rendah di Wilayah Lain
Sementara itu, intensitas skala 3 tercatat di sebagian wilayah Kaohsiung dan Kabupaten Pingtung. Untuk wilayah kepulauan terluar, intensitas gempa lebih rendah, yakni:
-
Skala 2 di Kepulauan Matsu dan Penghu
-
Skala 1 di Kinmen
Meski lebih ringan, getaran tetap dirasakan oleh sebagian warga di wilayah-wilayah tersebut.
Peringatan Dini dan Imbauan Resmi CWA
Pesan Darurat ke Warga
Tak lama setelah gempa terjadi, CWA langsung mengirimkan peringatan darurat melalui pesan singkat ke ponsel warga di berbagai wilayah Taiwan. Dalam pesan tersebut, warga diminta tetap waspada terhadap guncangan kuat.
CWA juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prosedur keselamatan standar saat gempa, yaitu:
“Menunduk, berlindung, dan tetap diam” (Drop, Cover, and Hold On).
Imbauan ini merupakan pedoman resmi keselamatan gempa yang telah lama diterapkan di Taiwan, terutama mengingat tingginya risiko gempa di wilayah tersebut.
Dampak Awal: Transportasi Umum Sempat Terganggu
Layanan Publik Lakukan Penyesuaian
Dalam pembaruan informasi yang dirilis media setempat, gempa dilaporkan sempat mengganggu sejumlah layanan transportasi umum, terutama kereta dan moda transportasi perkotaan yang secara otomatis menghentikan operasi sementara demi alasan keselamatan.
Otoritas transportasi Taiwan menerapkan prosedur standar pascagempa, yakni:
-
Pemeriksaan jalur rel
-
Inspeksi struktur stasiun dan jembatan
-
Penyesuaian jadwal perjalanan
Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada kerusakan serius sebelum layanan kembali beroperasi normal.
Hingga beberapa jam setelah kejadian, laporan kerusakan besar atau korban jiwa belum disampaikan secara resmi oleh otoritas setempat.
Taiwan dan Ancaman Gempa Bumi
Kawasan Cincin Api Pasifik
Secara geografis, Taiwan berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire), salah satu zona seismik paling aktif di dunia. Pulau ini berada di pertemuan Lempeng Eurasia dan Lempeng Laut Filipina, yang menyebabkan aktivitas gempa bumi relatif sering terjadi.
Pakar kebencanaan internasional menilai bahwa gempa bermagnitudo besar seperti yang terjadi di lepas pantai Taiwan timur ini merupakan konsekuensi alami dari dinamika lempeng tektonik di kawasan tersebut.
Karena itu, Taiwan dikenal memiliki sistem mitigasi gempa yang cukup maju, mulai dari standar bangunan tahan gempa hingga sistem peringatan dini yang terintegrasi.
Analisis Singkat: Mengapa Gempa Ini Terasa Luas?
Faktor Magnitudo dan Kedalaman
Meski pusat gempa berada di lepas pantai, kekuatan bermagnitudo 7 SR membuat getarannya merambat jauh. Ditambah dengan kedalaman menengah sekitar 72,8 kilometer, energi gempa menyebar luas ke permukaan.
Hal ini menjelaskan mengapa kota-kota besar seperti Taipei dan Taichung, yang jaraknya cukup jauh dari pusat gempa, tetap merasakan guncangan signifikan.
BMKG Taiwan, dalam hal ini CWA, terus memantau potensi gempa susulan, meski hingga laporan terakhir belum ada peringatan khusus terkait aftershock besar.
Imbauan untuk Warga dan Pendatang
Tetap Waspada, Tidak Panik
Otoritas Taiwan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang belum diverifikasi. Warga diminta hanya mengikuti pembaruan resmi dari CWA dan lembaga pemerintah terkait.
Bagi pendatang dan wisatawan, disarankan untuk:
-
Mengenali jalur evakuasi di tempat menginap
-
Mengikuti arahan petugas setempat
-
Menjauhi bangunan yang terlihat mengalami kerusakan
Langkah-langkah ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi gempa susulan.
Kesimpulan
Gempa lepas pantai Taiwan timur bermagnitudo 7 SR yang terjadi pada Sabtu malam, 27 Desember 2025, mengguncang wilayah luas di Taiwan dan sempat mengganggu aktivitas publik, termasuk transportasi umum. Pusat gempa berada 32,3 kilometer di timur Yilan dengan kedalaman 72,8 kilometer.
Meski menimbulkan kepanikan sesaat dan getaran kuat, otoritas memastikan situasi terkendali dengan respons cepat, peringatan dini, serta pemantauan berkelanjutan. Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan gempa di wilayah rawan seismik seperti Taiwan.