JawaPos.com – Beberapa tanggung jawab sosial berkelanjutan dijalankan Korindo melalui Yayasan Korindo, yaitu lembaga sosial di bawah naungan Korindo Group. Program di bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, infrastruktur hingga pemberdayaan masyarakat rutin dilakukan Yayasan Korindo.
Sekretaris Jenderal Yayasan Korindo Seo Jeongsik menyebutkan, berangkat dari filosofi perusahaan, Korindo Group melakukan branding program-program CSR-nya sebagai Corporate Social Contribution (CSC). ’’Sebab, Korindo Group ingin lebih dari sekadar bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan CSR-nya. Kami ingin memberikan kontribusi,” tuturnya.
Oleh karena itu, dalam menjalankan setiap kegiatan CSC, Korindo Group tidak hanya melakukan kegiatan yang bersifat filantropi untuk masyarakat prasejahtera. Melalui anak-anak perusahaannya, Korindo Group juga mengembangkan berbagai potensi lokal secara bertahap melalui program community development.
Nilai itu dapat terlihat dalam salah satu CSC unggulan Yayasan Korindo, Kampung Hidroponik Pengadegan, Jakarta Selatan. Selain memberikan bantuan material berupa pipa hidroponik dan benih tanaman, pendampingan juga dilakukan. Asistensi ini dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat melanjutkan program budidaya di saat perusahaan sudah tidak terlibat.
Program Kampung Hidroponik Pengadegan bahkan sudah ‘menelurkan’ praktisi teknik bercocok tanam, Saparno. Warga Pengadegan yang sempat mendapatkan modal dan pendampingan ini juga kerap dipanggil sebagai mentor hidroponik untuk berbagi ilmu dengan banyak orang.
Saat ini, Saparno kembali diajak untuk bersama-sama mengembangkan hidroponik dan aquaponik di tepi Sungai Ciliwung. Tepatnya di RT 08/001 Kelurahan Pengadegan, dimana di sama dibuat instalasi 200 lubang tanaman hidroponik dan 1.000 ikan air tawar.
Instalasi tersebut akan dikelola oleh masyarakat sekitar dengan arahan dari Saparno. Hasil panen sayuran diperkirakan sudah dapat dinikmati pada akhir April dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sementara itu, untuk ikan air tawar lele, panennya bisa dihasilkan sekitar empat bulan mendatang.
Berikutnya, selama tiga tahun, Yayasan Korindo bertanggung jawab dalam pengelolaan hutan kota Pakansari, Bogor, yang turut memberdayakan masyarakat setempat. Selanjutnya, pengelolaan akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Bogor pada November 2022 yang dapat dimanfaatkan sebagai area penghijauan maupun rekreasi.
Setelah sukses mengembangkan Hutan Kota Pakansari, program penghijauan Yayasan Korindo juga meluas ke daerah lain. Lahan bekas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Pondok Rajeg, Kabupaten Bogor, akan disulap menjadi area terbuka hijau.
Program berkelanjutan skala masif juga sudah diterapkan di Bukit Gendol, Wonogiri, Jawa Tengah. Pada 2015, Korindo bersama pemangku kepentingan terkait menanam 7 ribu bibit pohon beringin dan tanaman buah-buahan seperti alpukat dan durian.
Korindo Group terinspirasi dari Mbah Sadiman, pria paruh baya yang telah menanam ribuan pohon di Bukit Gendol sejak 1995. Kontribusinya kini sudah membuahkan hasil. Lebih dari 600 warga Desa Geneng, lokasi Bukit Gendol berada, dapat mengakses air bersih tanpa takut kekeringan.
Jangkauan CSC tersebut tidak hanya dilakukan di Pulau Jawa. Di Nusa Tenggara Barat (NTB), Korindo bersama dengan Forest for Life Indonesia (FFLI) dan Pemerintah Provinsi NTB mengembangkan black soldier fly (tentara larva hitam) untuk teknologi biokonversi dalam pengelolaan sampah organik. Hasil keuntungannya dikembalikan untuk pelestarian lingkungan dan kesejahteraan warga lokal. (*)