
Berita Terkini – Ada yang menarik terjadi belakangan ini di dunia perberasan nasional. Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal, tidak hanya duduk manis di balik meja kantornya — ia turun langsung ke lapangan, melakukan sidak ke Rumah Pangan Kita (RPK) atau toko sembako mitra Bulog yang tersebar di Jakarta. Langkah ini terdengar sederhana, tapi maknanya jauh lebih dalam dari sekadar kunjungan rutin.
Beras SPHP — singkatan dari Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan — adalah salah satu instrumen pemerintah untuk menjaga agar harga beras di pasaran tidak melonjak liar dan tetap terjangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. Beras ini disubsidi, dijual dengan harga tertentu yang sudah ditetapkan, dan seharusnya sampai ke tangan konsumen akhir dengan kondisi apa adanya. Tidak dikurangi, tidak dicampur, tidak dioplos. Tapi kenyataan di lapangan, rupanya, tidak selalu seindah regulasi di atas kertas.