Beritaterkini – Arsenal memastikan langkah ke final Piala Liga Inggris 2025–2026 setelah menundukkan Chelsea dengan skor tipis 1-0 pada leg kedua semifinal di Stadion Emirates, London, Rabu (4/2/2026) dini hari WIB. Gol kemenangan Meriam London lahir secara dramatis di menit ke-90+7 lewat aksi Kai Havertz.
Hasil Arsenal vs Chelsea 1-0 ini menjadi penegasan dominasi The Gunners atas rival sekotanya musim ini. Setelah dua pertemuan sebelumnya berakhir imbang 1-1 dan kemenangan 3-2 Arsenal di Stamford Bridge, tim asuhan Mikel Arteta kembali menunjukkan mental kuat di laga krusial.
Dengan kemenangan ini, Arsenal unggul agregat 4-2 dan berhak melaju ke partai puncak Piala Liga Inggris. Di final nanti, Meriam London akan menghadapi pemenang duel Manchester City vs Newcastle United yang dijadwalkan berlangsung Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.
Hasil Arsenal vs Chelsea 1-0: Tiket Final Diraih di Detik Terakhir
Pertandingan semifinal leg kedua ini berjalan ketat dan penuh tensi sejak menit awal. Chelsea datang dengan misi mengejar defisit agregat, sementara Arsenal tampil lebih sabar dan disiplin menjaga keseimbangan permainan.
Fakta Utama Pertandingan
Arsenal akhirnya keluar sebagai pemenang berkat gol tunggal Kai Havertz di masa injury time. Umpan silang Declan Rice dari sisi kanan serangan mampu dimaksimalkan Havertz dengan penyelesaian dingin yang tak mampu dibendung Robert Sanchez.
Gol tersebut menjadi klimaks dari laga yang sejak awal berjalan alot, dengan kedua tim saling menekan namun kesulitan menciptakan peluang bersih.
Jalannya Laga Arsenal Vs Chelsea
Babak Pertama: Chelsea Dominan, Arsenal Bertahan Disiplin
Chelsea tampil agresif sejak awal pertandingan. Pada menit ke-7, Liam Delap membuka peluang pertama The Blues lewat sepakan kaki kiri, tetapi bola masih melebar dari sasaran.
Arsenal merespons lewat tendangan jarak jauh Piero Hincapie yang memaksa Robert Sanchez melakukan penyelamatan. Chelsea kembali mengancam melalui Trevoh Chalobah, meski usahanya belum mengarah ke gawang Kepa Arrizabalaga.
Memasuki pertengahan babak pertama, Arsenal mulai menemukan ritme. Dua peluang beruntun pada menit ke-34 dan 35 lewat Gabriel Martinelli serta Viktor Gyokeres masih mampu digagalkan lini belakang Chelsea yang tampil cukup solid.
Chelsea menutup babak pertama dengan sepakan jarak jauh Enzo Fernandez, namun Kepa kembali sigap menjaga gawangnya. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Intensitas Meningkat, Gol Datang di Akhir Laga
Pergantian Pemain dan Tekanan Chelsea
Chelsea kembali mengambil inisiatif serangan di awal babak kedua. Joao Pedro dan Liam Delap mencoba membongkar pertahanan Arsenal, tetapi belum membuahkan hasil.
Tendangan keras Jorrel Hato pada menit ke-55 masih bisa diblok pemain belakang Arsenal. Melihat kebuntuan di lini depan, pelatih Chelsea, Liam Rosenior, melakukan perubahan dengan memasukkan Cole Palmer dan Estevao pada menit ke-60.
Masuknya Palmer membuat serangan Chelsea lebih hidup. Marc Cucurella sempat menebar ancaman lewat sepakan keras, namun bola melambung di atas mistar gawang.
Arsenal Bertahan, Menunggu Momen
Sepuluh menit terakhir pertandingan menjadi milik Chelsea. The Blues terus menggempur pertahanan Arsenal dengan intensitas tinggi, memaksa barisan belakang Meriam London bekerja ekstra keras.
Namun, justru Arsenal yang berhasil memanfaatkan celah. Pada menit ke-90+7, serangan balik cepat dimotori Declan Rice yang mengirimkan umpan silang akurat ke kotak penalti. Kai Havertz yang lolos dari kawalan langsung menyambar bola dan mencetak gol penentu kemenangan.
Gol ini sekaligus mengakhiri perlawanan Chelsea dan memastikan Arsenal melangkah ke final.
Kai Havertz, Penentu di Laga Besar
Kai Havertz kembali membuktikan dirinya sebagai pemain yang kerap hadir di momen penting. Gol ke gawang Chelsea ini bukan hanya menentukan kemenangan, tetapi juga menjadi simbol ketenangan Arsenal dalam laga tekanan tinggi.
Secara statistik, kontribusi Havertz tak hanya soal gol. Pergerakannya membuka ruang bagi rekan setim, sementara Declan Rice kembali menunjukkan peran vital sebagai penghubung lini tengah dan serangan.
Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Mikel Arteta kerap menekankan pentingnya kesabaran dan efisiensi di pertandingan besar. Laga ini menjadi contoh nyata filosofi tersebut.
Analisis Singkat: Arsenal Lebih Matang, Chelsea Kurang Tajam
Dari sisi permainan, Chelsea sebenarnya tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Namun, lemahnya penyelesaian akhir menjadi masalah utama yang kembali menghantui mereka.
Sebaliknya, Arsenal tampil lebih pragmatis. Tidak memaksakan dominasi, tetapi menunggu momen yang tepat untuk menghukum lawan. Pendekatan ini terbukti efektif, terutama di fase gugur seperti semifinal.
Keberhasilan Meriam London melaju ke final juga memperpanjang catatan positif mereka di ajang domestik musim ini, sekaligus menjaga asa meraih trofi.
Lawan di Final Piala Liga Inggris
Di partai final, Arsenal akan menghadapi pemenang laga semifinal lainnya antara Manchester City dan Newcastle United. Kedua tim dijadwalkan bertanding pada Kamis (5/2/2026) dini hari WIB.
Siapa pun lawannya, Arsenal dipastikan akan menghadapi tantangan berat. Namun, dengan performa solid dan mental kuat yang ditunjukkan sejauh ini, Meriam London layak optimistis menatap laga puncak.
Susunan Pemain Arsenal Vs Chelsea
Arsenal (4-3-3)
Kepa Arrizabalaga; Piero Hincapie, Gabriel Magalhaes, William Saliba, Jurrien Timber; Declan Rice, Martin Zubimendi, Eberechi Eze; Gabriel Martinelli, Viktor Gyokeres (Kai Havertz 69′), Noni Madueke (Leandro Trossard 69′).
Pelatih: Mikel Arteta.
Chelsea (3-5-2)
Robert Sanchez; Jorrel Hato (Estevao 60′), Trevoh Chalobah, Wesley Fofana; Marc Cucurella, Enzo Fernandez, Andrey Santos (Alejandro Garnacho 75′), Moises Caicedo, Malo Gusto (Acheampong 87′); Joao Pedro, Liam Delap (Cole Palmer 60′).
Pelatih: Liam Rosenior.
Hasil Arsenal vs Chelsea 1-0 menjadi bukti bahwa Meriam London semakin matang dalam menghadapi laga besar. Gol dramatis Kai Havertz bukan hanya mengantar Arsenal ke final, tetapi juga mempertegas mental juara yang mulai terbentuk di skuad Arteta.
Kini, perhatian tertuju ke partai puncak. Apakah Arsenal mampu mengakhiri musim dengan trofi Piala Liga? Semua mata akan tertuju pada final yang menjanjikan duel sarat gengsi.