JawaPos.com – Wahyu Dinar atau biasa disebut Wahyu Kenzo bukanlah pencinta jersey. Juga bukan Bonek yang selalu hadir di stadion menonton Persebaya. Dia hanya pengusaha asli Surabaya yang suka Persebaya.
Namun, meski begitu, namanya bakal dikenal harum di kalangan Bonek. Bahkan di kalangan pencinta jersey di Indonesia. Sebab, dia baru saja memenangkan lelang jersey termahal di Indonesia milik eks pemain Persebaya Mat Halil.
Crazy rich Surabaya itu membuat penawaran sebesar Rp 130.888.888 untuk jersey Persebaya musim 2011 tersebut.
Nilai itu mengalahkan jersey timnas milik Bambang Pamungkas. Jersey Bepe tertahan di angka Rp 23 juta. Jersey yang dimenangkan Wahyu Kenzo pun masuk rekor Muri sebagai jersey termahal di Indonesia.
Wahyu Kenzo mengaku senang bisa memenangkan bidding. Tapi, yang paling membuatnya bahagia adalah bisa ikut berpartisipasi dalam gerakan sosial yang dilakukan Bonek melalui Green Nord 27.
’’Nilai itu juga tidak seberapa mengingat sejarah yang ada di jersey ini. Apalagi ini untuk membantu kemanusiaan mengatasi pandemi korona,’’ jelasnya.
Wahyu Kenzo mengaku bukan pencinta jersey. Malah, jersey yang dimenangkannya dengan nilai Rp 130 juta itu adalah jersey sepak bola pertamanya.
’’Saya juga tidak pernah di tribun, tapi suka Persebaya. Saya Bonek. Darah Bonek itu luar biasa dalam diri saya,’’ bebernya.
Suami Anggie Jesey itu mengungkapkan, awalnya dirinya menghubungi Tom Liwafa sebelum melakukan bidding. ’’Akhirnya saya putuskan ikut, tapi akhir-akhir saja. Kebetulan, saya juga punya program kemanusiaan yang sama dalam waktu dekat. Jadi, ini sebagai teaser saja,’’ tuturnya.
Dia berharap masyarakat terbuka pemikirannya soal Bonek. Berbagai aksi sosial luar biasa sudah dan sedang dilakukan. ’’Jangan malu dipanggil Bonek, Bonek itu tidak rusuh. Bonek tidak sekadar perilaku, tapi juga hatinya. Berani melakukan perubahan,’’ tegasnya.
Mat Halil mengaku tidak menyangka jersey miliknya bisa laku sampai Rp 130 juta. ’’Niat saya hanya membantu temen-temen Bonek untuk misi kemanusiaan selama korona. Saya ikhlas di situ,’’ bebernya.
Sementara itu, Koordinator Green Nord 27 Husain Ghozali tidak menyangka jersey tersebut bisa tembus lebih dari Rp 100 juta. Awalnya, dia hanya berpikir jersey milik Mat Halil itu bakal laku di kisaran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta. ’’Cepat sekali naiknya, tembus Rp 10 juta saya kaget kok. Ini malah akhirnya Rp 130 jutaan,’’ bebernya.
Nantinya, uang hasil lelang jersey digunakan untuk tiga program BDRT (Bonek Disaster Response Team) yang sudah berjalan. Yang pertama adalah lumbung pangan (pembagian sembako kepada yang membutuhkan), pengisian oksigen gratis, dan ambulans gratis.
’’Ya sesuai program kami. Dana ini memang murni untuk kemanusiaan semuanya,’’ jelasnya.
Green Nord 27 sebenarnya masih punya satu jersey untuk dilelang. Yakni, jersey milik mantan kiper Persebaya Dedy Iman. ’’Tapi, kali ini kami serahkan ke kawan-kawan SJC (Surabaya Jersey Community) untuk pelelangannya,’’ ucapnya.