JawaPos.com – PPKM level 4 akan berakhir Senin besok (9/8). Kebijakan itu bertujuan menekan laju penularan Covid-19. Nah, saat ini kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang positif. Itu terlihat dari tren penurunan angka kasus baru maupun tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) di sejumlah rumah sakit yang terus menyusut.
Seiring PPKM level 4 yang segera berakhir, pelaku usaha berharap kebijakan itu bisa diakhiri. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menilai, sudah saatnya dilakukan pemulihan ekonomi. Tentu saja sambil terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat di semua tempat.
’’Kita harus memulihkan roda perekonomian. Tapi, prokes jangan sampai kendur,’’ kata Wakil Ketua Dewan Pemimpinan Provinsi (DPP) Apindo Jatim Tri Andi Suprihartono Sabtu (7/8).
Apindo percaya bahwa pemerintah mengkaji secara matang mengenai kelanjutan PPKM. Apakah diperpanjang lagi atau tidak. Namun, pihaknya setuju agar PPKM level 4 sebaiknya diakhiri. Sebab, opsi untuk memperpanjang PPKM level 4 dinilai kontraproduktif dengan upaya pemerintah dalam memulihkan perekonomian. Atau jika tidak, harus ada pelonggaran di sejumlah sektor.
”Karena pengaruhnya (PPKM level 4, Red) sangat besar,’’ ujar Tri Andi.
Selama ini, kata dia, PPKM sangat memengaruhi kegiatan produksi. Itu terjadi karena adanya pembatasan mobilitas. Meski dalam kondisi sulit, pihaknya sangat menghindari pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Tri Andi, pengusaha sudah bekerja keras menghindari PHK. ”Itu opsi terakhir bagi pengusaha. Sedapat mungkin kami hindari PHK,’’ akunya.
Untuk menghindari hal itu, pengusaha biasanya melakukan berbagai cara. Yaitu, pengaturan jam kerja. Termasuk melakukan pengurangan jam lembur hingga pembatasan perjalanan dinas bagi karyawan. ”Jadi, kita sudah bekerja keras. Tinggal sekarang upaya untuk pemulihan ekonomi,’’ imbuhnya.
Pusat perbelanjaan atau mal juga sangat terdampak. Sebab, selama PPKM level 4 ini pusat perbelanjaan tidak boleh beroperasi. Meski tutup, pusat perbelanjaan masih harus menanggung beban pengeluaran yang besar. Misalnya, beban biaya seperti listrik, sewa stan, hingga pajak reklame. Kondisi serupa dialami hotel, restoran, hingga destinasi wisata.
Meski begitu, Ketua Asosiasi Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Jawa Timur Sutandi Purnomosidi menolak berkomentar. ’’Kita fokus menunggu mal boleh buka dulu,’’ tutur Sutandi.
Baca Juga: Gagal Kuasai Gudang Rp 7 M Hasil Lelang, Laporkan Penyewa ke Polisi
Pengusaha sektor rekreasi hiburan umum (RHU) juga berharap PPKM level 4 disudahi. Sektor itu sangat terdampak karena sudah tutup setahun lebih. Ketua Asosiasi Pengusaha Rumah Bernyanyi Keluarga Indonesia (Aperki) Santoso Setyadji menyampaikan, RHU harus menyiapkan prokes secara ketat.
Itu wajib dilakukan sebagai upaya mencegah terjadinya penularan Covid-19 di area RHU. ”Semua ada prokes. Seharusnya kalau menjalankan prokes dengan disiplin, penularan bisa sangat dikurangi,’’ ujar Santoso.