Jatim Kebut Vaksinasi, Layani Pendaftar Online dan Offline
JawaPos.com – Pemerintah terus memantau pergerakan masyarakat pada saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Ditemukan beberapa fakta tentang peningkatan mobilitas saat pembatasan dilonggarkan.
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menyatakan, pemerintah memantau masyarakat melalui aplikasi Google Mobility.
Pemantauan itu dilakukan untuk memprediksi adanya peningkatan kasus. Ketika ada mobilitas padat, risiko penularan Covid-19 lebih tinggi. ’’Sudah ada tanda-tanda pergerakan penduduk,’’ kata Nadia.
Dia menyebutkan, peningkatan mobilitas terjadi pada sektor ritel. Ini merepresentasikan adanya pergerakan masyarakat di restoran, kafe, pusat perbelanjaan, dan tempat sejenis. Ekonomi memang harus tetap berjalan. Karena itu, Nadia mengimbau agar pengusaha memastikan pengunjung menerapkan protokol kesehatan sesuai aturan PPKM di wilayah masing-masing. ’’Tracing, testing, dan treatment (3T) harus terus dilakukan,’’ tegasnya. Pemerintah bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk membantu kegiatan pelacakan kontak erat pasien Covid-19.
Pada kesempatan lain, Satgas Penanganan Covid-19 menyoroti kabupaten/kota yang kasus aktifnya masih tinggi. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid Wiku Adisasmito mengatakan, daerah-daerah dengan kasus di atas 1.000 masih didominasi kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Bali. Jumlahnya mencapai 83 kabupaten/kota. Dia memerinci, sebaran kasus aktif terbanyak berada di Jawa Barat dengan 11 kabupaten/kota, disusul Banten dan Jawa Timur masing-masing dengan 6 kabupaten/kota serta DIJ 5 kabupaten/kota.
Pada tingkat kabupaten/kota, ada lima besar dengan kasus aktif tertinggi. Yakni, Kota Depok, Kota Bekasi, Kota Bandung, Kabupaten Bantul, dan Kota Tangerang Selatan. ’’Penting bagi pemerintah daerah untuk mengetahui kondisi di daerah masing-masing,’’ ujar Wiku. Jika di wilayahnya masih ditemukan kasus Covid-19 yang tinggi, perlu dilakukan evaluasi bersama. ’’Kemudian, melakukan tindak lanjut sesuai kebutuhan dan berkoordinasi dengan pemerintah pusat bila diperlukan,’’ tambahnya.
Sementara itu, di hari-hari akhir PPKM level 4, muncul isu terkait stiker bebas penyekatan. Dalam sebuah foto yang beredar, terlihat stiker itu bertulisan sinergitas tiga instansi (TNI, Polri, Dishub Nusantara) dan tertempel di bagian belakang mobil pelat hitam.
Pengamat transportasi Djoko Setijawarno menuturkan, pemasangan stiker itu disebut sebagai jaminan lolos dari pengecekan dan penyekatan. ”Seolah-olah instansi-instansi itu melakukan permufakatan jahat,” ujarnya. Pemasangan stiker itu justru pelecehan terhadap institusi negara. Harus ada tindakan hukum dari aparat terhadap pelaku. ”Jangan dibiarkan,” imbuhnya dalam keterangan tertulis kemarin.
Dia mengatakan, stiker itu diduga digunakan oleh travel gelap. Dengan tujuan menghindari razia petugas. ”Karena di masa pandemi ini terdapat banyak penyekatan di jalanan,” paparnya. Bahkan, ada dugaan travel gelap itu punya beking. Karena itu, dia meminta panglima TNI dan Kapolri menindak tegas anggotanya yang terbukti menjadi beking bisnis travel gelap. ”Kalau ditemukan, oknum ini perlu ditindak tegas,” ujarnya.
Kabagops Korlantas Polri Kombespol Rudi Antariksawan tidak merespons permintaan klarifikasi dari Jawa Pos. Pesan singkat yang dikirim tidak dibalas.
Vaksinasi Malang Raya

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur menggenjot cakupan vaksinasi di daerah aglomerasi Malang Raya. Percepatan itu diwujudkan dengan serbuan vaksinasi di Stadion Gajayana, Malang, kemarin. Targetnya adalah 30 ribu warga dari kalangan umum, difabel, dan lansia.
Vaksinasi yang diinisiatori Koarmada II itu dihadiri ribuan warga Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu. Ada yang mendaftar secara online. Ada juga yang datang langsung ke panitia. Pola layanan itu mendapat apresiasi dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang kemarin meninjau kegiatan tersebut.
Pangkoarmada II Laksamana TNI Iwan Isnurwanto memerinci, kuota yang disediakan untuk pendaftar online mencapai 20 ribu dosis. Sisanya, 10 ribu dosis, diberikan kepada pendaftar yang datang langsung. ’’Kami beri kesempatan warga yang datang untuk mendapatkan vaksin tersebut,’’ ucapnya.
Dia juga mengungkapkan, pekan ini Koarmada II menggelar kegiatan serupa di beberapa tempat. Antara lain, 25 ribu untuk masyarakat Surabaya dengan lokasi di Lapangan Thor dan Stadion Gelora Pancasila. Lalu, pekerja di Rungkut sebanyak 2.020 sasaran, pekerja pelabuhan 1.000 sasaran, serta Jawa Pos Group dan pekerja media sebanyak 1.500 sasaran.
Perwira tinggi dengan dua bintang di pundak itu mengatakan, Koarmada II mengerahkan kapal perang untuk menyisir pulau-pulau di Jawa Timur. Misalnya Bawean dan Sapeken. Menurut dia, perlindungan terhadap masyarakat maritim sangat penting. ’’Ini juga dalam rangka mewujudkan herd immunity di Jawa Timur,’’ ungkapnya.
Selain Khofifah, acara kemarin dihadiri Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Wali Kota Malang Sutiaji, serta beberapa pejabat pemprov, TNI-AL, dan pemda setempat.
Baca juga: Beli Rumah Bebas PPN Lanjut hingga Desember
Khofifah menilai, pelaksanaan vaksinasi di Stadion Gajayana sangat bagus. Peserta yang mendaftar melalui online sudah terjadwal. Dengan begitu, tidak ada kerumunan di lokasi vaksinasi. Sebenarnya sistem tersebut juga diterapkan di daerah lain. ’’Tapi, di sini masyarakat yang datang juga dilayani,’’ ujarnya.
Mantan menteri sosial itu mengatakan, masyarakat yang tidak terdaftar secara online tetap bisa menikmati layanan vaksinasi. Mereka datang ke lokasi dan tidak kecewa. Dengan begitu, vaksinasi yang digelar di Stadion Gajayana bisa menyisir semua lini masyarakat. ’’Saya mengapresiasi penyelenggaraan vaksinasi ini,’’ pungkasnya.