Jetour Catat 1.525 Unit di Semester I/2026, T2 Jadi Mesin Penjualannya

Berita Terkini – Siapa sangka merek asal China yang tergolong pendatang baru di Indonesia ini mampu mencatatkan angka penjualan yang cukup mengesankan di tengah persaingan pasar otomotif yang kian ketat? PT Jetour Sales Indonesia resmi mengumumkan kinerja penjualannya sepanjang semester pertama 2026, dan hasilnya jauh dari mengecewakan. Dalam enam bulan pertama tahun ini, Jetour berhasil membukukan 1.525 unit wholesales dan 1.424 unit retail sales — sebuah pencapaian yang cukup solid untuk merek yang baru saja membangun fondasi kepercayaannya di pasar Tanah Air.

Angka ini bukan sekadar statistik. Di baliknya ada cerita tentang konsumen Indonesia yang mulai berani melirik merek non-Jepang, non-Korea, bahkan non-Eropa — dengan alasan yang sangat rasional: fitur melimpah, performa mumpuni, dan harga yang kompetitif. Tren ini memang sudah terasa sejak beberapa tahun lalu, dan Jetour tampaknya berhasil menangkap momentum tersebut dengan tepat.

Lalu, apa yang sebenarnya mendorong angka penjualan Jetour tumbuh konsisten? Model mana yang paling banyak diminati? Dan bagaimana strategi merek ini menjaga relevansinya di pasar yang terus berubah? Semua jawabannya ada di sini — dan kalau kamu sedang mempertimbangkan membeli SUV baru, artikel ini layak dibaca sampai habis.

Kinerja Penjualan Jetour Semester I/2026: Angka yang Bicara Sendiri

PT Jetour Sales Indonesia mencatatkan total 1.525 unit wholesales dan 1.424 unit retail sales selama periode Januari hingga Juni 2026. Angka ini memperlihatkan bahwa permintaan konsumen terhadap lini SUV Jetour terus tumbuh secara konsisten. Marketing Director PT Jetour Sales Indonesia, Moch Ranggy Radiansyah, menyebut pencapaian ini sebagai bukti nyata bahwa produk Jetour semakin mendapat tempat di hati konsumen Indonesia.

“Pencapaian pada semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa produk-produk Jetour semakin diterima oleh konsumen Indonesia,” ujar Ranggy dalam keterangan resminya, 16 Juli 2026. Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi korporat — angka penjualan yang terus bergerak positif menjadi buktinya.

Yang menarik, lebih dari dua pertiga total penjualan Jetour di semester ini disumbang oleh satu model saja. Ini menandakan bahwa ada satu produk yang benar-benar berhasil “berbicara” kepada konsumen Indonesia secara langsung dan efektif.

Jetour T2: Tulang Punggung yang Tak Tergoyahkan

Jetour T2 bukan hanya model terlaris — ia adalah mesin utama yang menggerakkan seluruh kinerja penjualan Jetour di Indonesia. Sepanjang semester I/2026, T2 membukukan 1.124 unit wholesales dan 1.002 unit retail sales. Artinya, hampir 74% dari total penjualan Jetour berasal dari model SUV bergaya rugged adventure ini.

Lebih membanggakan lagi, Jetour T2 berhasil mempertahankan posisinya sebagai model terlaris di segmen mobil China bermesin pembakaran internal (ICE) selama enam bulan berturut-turut. Prestasi yang tidak mudah diraih, apalagi di tengah serbuan merek-merek EV yang juga gencar masuk ke pasar Indonesia belakangan ini.

Apa yang Membuat T2 Begitu Diminati?

Keunggulan Jetour T2 bukan hanya soal desain eksterior yang gagah dan maskulin — meski itu tentu jadi daya tarik pertama yang langsung terlihat. Di balik tampilannya yang tangguh, T2 hadir dengan spesifikasi teknis yang sangat layak untuk kelasnya.

Pertama, soal dapur pacu. T2 ditenagai mesin 2.0 turbo yang dipasangkan dengan transmisi otomatis 8-percepatan — kombinasi yang menjanjikan akselerasi responsif sekaligus efisiensi bahan bakar yang lebih baik di berbagai kondisi jalan. Untuk medan yang lebih menantang, T2 juga dibekali sistem penggerak empat roda pintar alias XWD (Intelligent Four-Wheel Drive), yang mampu mendistribusikan torsi secara adaptif sesuai kebutuhan.

Fitur Keselamatan Kelas Atas

Dari sisi keselamatan, T2 hadir dengan paket fitur yang tak kalah dengan merek-merek premium. Ada Adaptive Cruise Control (ACC) yang menjaga jarak aman secara otomatis di jalan tol, Autonomous Emergency Braking (AEB) yang bisa mendeteksi potensi tabrakan dan mengerem sendiri, serta kamera 360 derajat yang sangat membantu saat parkir di area sempit. Bodi T2 pun menggunakan material baja berkekuatan tinggi yang telah mendapatkan rating bintang lima dari ASEAN NCAP — standar keselamatan yang diakui secara regional.

Kombinasi performa, teknologi, dan keselamatan inilah yang membuat T2 tampil sebagai paket lengkap di segmennya. Ranggy pun menegaskan bahwa antusiasme konsumen terhadap T2 terus tumbuh karena kemampuannya menghadirkan keseimbangan antara desain, teknologi, kenyamanan, dan performa. “Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan konsumen, sekaligus menghadirkan produk berstandar global yang mampu menjawab kebutuhan pasar Indonesia,” ucapnya.

T1 dan T1 i-DM: Pendatang Baru yang Langsung Menarik Perhatian

Di luar dominasi T2, Jetour juga mulai merasakan buah dari strategi ekspansi portofolio produknya. Jetour T1 dan T1 i-DM — dua model yang baru saja diluncurkan — langsung mencatatkan 152 unit wholesales dan 142 unit retail sales dalam waktu yang relatif singkat. Angka ini memang belum sebesar T2, tetapi menunjukkan sinyal positif bahwa pasar merespons dengan baik kehadiran varian baru tersebut.

T1 hadir sebagai SUV yang lebih compact dan urban-friendly, sementara T1 i-DM menawarkan sistem hybrid plug-in yang menjawab tren elektrifikasi kendaraan tanpa harus sepenuhnya meninggalkan mesin konvensional. Dengan kata lain, Jetour sedang membangun ekosistem produk yang mencakup kebutuhan berbagai segmen konsumen — dari yang mencari kemampuan offroad, hingga yang ingin efisiensi bahan bakar di kota.

Dashing dan X70 Plus: Kontribusi dari Lini Family Travel

Tak hanya mengandalkan T-Series, Jetour juga mendapat dukungan penjualan dari dua model dalam lini Family Travel Series-nya, yaitu Jetour Dashing dan Jetour X70 Plus. Keduanya secara kolektif mencatatkan 249 unit wholesales dan 280 unit retail sales di semester I/2026.

Fakta bahwa retail sales kedua model ini lebih tinggi dari wholesales-nya menjadi indikator yang menarik — artinya permintaan dari konsumen akhir cukup kuat, bahkan melebihi stok yang masuk ke dealer. Ini bisa dibaca sebagai sinyal positif terkait kepercayaan konsumen terhadap lini keluarga Jetour yang menawarkan kabin luas, fitur perjalanan lengkap, dan kenyamanan berkendara jarak jauh.

Strategi Jetour: Lebih dari Sekadar Jualan Mobil Murah

Salah satu kesalahan persepsi yang sering terjadi adalah menganggap merek otomotif asal China hanya bermain di segmen harga rendah dengan mengorbankan kualitas. Jetour berusaha keras membantah anggapan itu. Mulai dari sertifikasi ASEAN NCAP bintang lima, penggunaan teknologi transmisi terkini, hingga fitur ADAS (Advanced Driver-Assistance System) yang selama ini identik dengan mobil premium — semua itu hadir dalam lineup Jetour.

Strategi ini terbukti berhasil menarik perhatian konsumen Indonesia yang kini semakin melek teknologi dan tidak mau kompromi soal keselamatan. Mereka mencari nilai terbaik dari uang yang dikeluarkan, dan Jetour tampaknya berhasil menjawab tantangan tersebut dengan cukup baik.

Perjalanan Jetour di pasar Indonesia memang masih relatif muda, tapi kecepatan adaptasinya layak diapresiasi. Dengan portofolio yang terus berkembang — dari SUV rugged seperti T2, hingga SUV hybrid seperti T1 i-DM dan MPV keluarga seperti X70 Plus — Jetour sedang membangun fondasi yang solid untuk bersaing jangka panjang. Apakah kamu salah satu yang sudah melirik salah satu model Jetour? Atau masih menunggu model selanjutnya? Keputusan ada di tanganmu — tapi satu hal yang pasti, angka penjualan semester I/2026 ini membuktikan bahwa Jetour bukan sekadar numpang lewat di pasar otomotif Indonesia.

By admin