Beritaterkini.co.id – Kontroversi besar meledak menjelang UFC 328 yang dijadwalkan berlangsung di Prudential Center, Newark, New Jersey. Kali ini bukan soal trash talk sebelum pertarungan atau perselisihan kontrak yang biasa terjadi di dunia UFC. Ini adalah tuduhan yang jauh lebih serius: manipulasi hasil timbangan resmi yang melibatkan nama besar Khamzat Chimaev, petarung yang akan memperebutkan gelar kelas menengah melawan Sean Strickland dalam event akbar UFC 328.
Tuduhan itu dilontarkan oleh Bryce Mitchell, petarung kelas bulu UFC yang dikenal tidak pernah takut berbicara lantang tentang apa yang ia yakini. Melalui media sosial, Mitchell secara tegas menyatakan bahwa hasil timbangan Chimaev yang resmi mencatat 185 pon adalah sesuatu yang tidak masuk akal. Lebih jauh, ia mengklaim ada kepentingan di balik keputusan tersebut yang sengaja menguntungkan Chimaev dan merugikan Sean Strickland sebagai penantang.
Tuduhan kecurangan Chimaev di UFC 328 ini langsung menyita perhatian komunitas MMA di seluruh dunia. Bukan hanya karena nama-nama besar yang terlibat, tapi karena jika tuduhan Mitchell benar, ini bisa menjadi skandal paling serius yang pernah menerpa UFC dalam hal integritas kompetisi. Dan pertandingannya sendiri tinggal hitungan jam.
Kronologi: Chimaev Timbang Badan Terakhir dan Hasilnya Mengejutkan
Sesi timbangan resmi UFC 328 berlangsung di Newark, New Jersey, dan Khamzat Chimaev tercatat sebagai petarung terakhir yang naik ke timbangan. Hasilnya, Komisi Atletik Negara Bagian New Jersey secara resmi mencatat berat Chimaev tepat di angka 185 pon, batas maksimum untuk kelas menengah.
Yang membuat hasil ini memantik keraguan adalah laporan yang beredar sebelum sesi timbangan dimulai. Chimaev disebut-sebut harus memangkas berat badannya hingga 46 pon sebelum naik ke timbangan. Proses pemotongan berat sebesar itu dalam waktu yang sangat terbatas adalah sesuatu yang, secara fisiologis, sangat sulit untuk dicapai dan sudah berada di batas ekstrem dari kemampuan tubuh manusia.
Dalam dunia MMA, proses pemotongan berat atau weight cut memang sudah menjadi praktik umum. Tapi ada batasnya. Pemotongan 10 hingga 15 pon dalam beberapa hari sebelum pertandingan sudah dianggap agresif. Pemotongan sebesar 46 pon? Itu adalah angka yang membuat banyak pengamat MMA mengangkat alis dan bertanya-tanya.
Mengapa Angka 46 Pon Terasa Tidak Masuk Akal?
Untuk memahami mengapa klaim pemotongan berat 46 pon sebelum timbangan resmi terasa meragukan, perlu sedikit pemahaman tentang bagaimana proses weight cut bekerja dalam MMA profesional. Sebagian besar pemotongan berat dilakukan melalui kombinasi pengurangan asupan karbohidrat, dehidrasi terkontrol, dan penggunaan sauna atau pakaian pemanas.
Proses ini berbahaya jika dilakukan secara ekstrem dan sudah menyebabkan beberapa kematian dalam olahraga combat sports di seluruh dunia. Komisi atletik di berbagai negara justru memperketat regulasi timbangan karena alasan ini. Pemotongan 46 pon dalam waktu singkat bukan hanya meragukan dari sisi kepercayaan, tapi juga berbahaya secara medis jika benar-benar dilakukan.
Pernyataan Keras Bryce Mitchell di Media Sosial
Bryce Mitchell tidak memilih kata-kata yang halus dalam menyampaikan tuduhannya. Lewat media sosial, ia langsung menembak dengan tegas bahwa dirinya tidak bisa diyakinkan bahwa Chimaev benar-benar memenuhi batas berat yang ditentukan. Bagi Mitchell, hasil timbangan itu tidak lebih dari kebohongan yang dibalut angka resmi.
Mitchell juga membawa dimensi lain dalam tuduhannya. Ia mengklaim bahwa penyelenggara memiliki motif tersendiri untuk memastikan Sean Strickland tidak keluar sebagai pemenang dari pertarungan ini. Alasannya, menurut Mitchell, adalah karena Strickland adalah tipe atlet yang sulit dikendalikan dalam hal pernyataan publik, dan karena rasa nasionalisme Strickland terhadap Amerika Serikat yang begitu kuat dan vokal.
Strickland sebagai Figur yang Tidak Mudah Diatur
Untuk memahami konteks tuduhan Mitchell, perlu melihat siapa sebenarnya Sean Strickland sebagai figur publik di dunia UFC. Strickland adalah salah satu atlet MMA yang paling blak-blakan dan tidak pernah menyaring kata-katanya di depan publik. Ia sering membuat komentar yang kontroversial, berseberangan dengan narasi mainstream, dan tidak segan menantang siapa pun, termasuk promotor dan media.
Dalam perspektif Mitchell, karakter seperti inilah yang justru membuat pihak-pihak tertentu tidak menginginkan Strickland memegang sabuk gelar lebih lama. Seorang juara yang tidak bisa “diatur” adalah risiko yang tidak semua pihak siap menanggungnya.
Respons UFC dan Komisi Atletik New Jersey
Hingga saat berita ini beredar, belum ada pernyataan resmi dari UFC maupun Komisi Atletik Negara Bagian New Jersey yang secara langsung merespons tuduhan kecurangan Chimaev yang dilontarkan Mitchell. Komisi tetap pada pencatatan resmi bahwa Chimaev memenuhi batas berat 185 pon dan pertarungan berjalan sesuai jadwal.
Dalam sistem regulasi olahraga combat sports di Amerika Serikat, komisi atletik negara bagian adalah otoritas independen yang bertanggung jawab mengawasi semua aspek pertandingan, termasuk proses timbangan. Jika ada manipulasi yang terjadi, tanggung jawab pengawasannya ada di tangan mereka, bukan hanya UFC sebagai promotor.
Apakah Tuduhan Seperti Ini Bisa Dibuktikan?
Dalam kasus kecurangan timbangan di olahraga combat sports, pembuktiannya sangat sulit dilakukan tanpa akses ke rekaman proses timbangan secara penuh, data medis atlet, atau pengakuan dari pihak internal. Tuduhan Mitchell sejauh ini bersifat pernyataan pribadi tanpa disertai bukti fisik yang bisa diverifikasi secara independen.
Ini bukan pertama kalinya isu integritas timbangan muncul di UFC. Beberapa kasus serupa pernah terjadi di masa lalu dan sebagian besar berakhir tanpa tindakan disipliner yang signifikan karena sulitnya proses pembuktian. Tapi setiap kali isu seperti ini muncul, ia tetap meninggalkan noda tanda tanya pada hasil pertarungan yang bersangkutan di mata sebagian komunitas MMA.
Pertarungan Tetap Jalan, Hasilnya yang Akan Berbicara
Terlepas dari kontroversi kecurangan Chimaev yang mencuat menjelang event, UFC 328 tetap berjalan sesuai jadwal di Prudential Center pada Sabtu malam melalui layanan streaming Paramount+. Pertarungan utama antara Khamzat Chimaev dan Sean Strickland untuk memperebutkan gelar kelas menengah menjadi sorotan utama, ditambah dengan duel sengit perebutan gelar kelas terbang antara Joshua Van menghadapi Tatsuro Taira yang juga dijadwalkan dalam event yang sama.
Apakah tuduhan Mitchell akan terbukti kebenarannya atau sekadar skeptisisme yang tidak berdasar, lapangan pertandingan malam ini yang akan memberikan jawabannya. Yang jelas, kontroversi ini sudah menambahkan lapisan drama tersendiri pada UFC 328 yang dari awal memang sudah menjadi salah satu event paling dinantikan tahun ini. Ikuti terus perkembangan hasil UFC 328 dan respons resmi dari semua pihak yang terlibat dalam kontroversi ini.