Pertandingan Dewa United vs Arema FC di pekan ke-18 Super League 2025/2026 menjadi salah satu laga yang menyedot perhatian pecinta sepak bola Tanah Air. Bukan hanya karena hasil akhirnya, tetapi juga karena jalannya pertandingan yang penuh tensi dan peluang dari kedua tim.

Arema FC datang ke laga ini dengan ambisi besar untuk mencuri poin, sementara Dewa United ingin menjaga konsistensi performa mereka di papan tengah klasemen. Duel yang digelar di Banten International Stadium itu pun berjalan dengan intensitas tinggi sejak menit awal.

Namun pada akhirnya, ketajaman dan efektivitas Dewa United menjadi pembeda. Lewat aksi gemilang Alex Martins, tuan rumah sukses mengamankan kemenangan penting sekaligus membuat Singo Edan harus pulang tanpa poin.

Jalannya Pertandingan Dewa United vs Arema FC

Laga Dewa United vs Arema FC berlangsung pada Senin malam (26/1/2026) dan dipimpin wasit Armin Dwi Suryatin. Sejak peluit awal dibunyikan, Dewa United langsung tampil dominan dengan gaya permainan penguasaan bola khas racikan Jan Olde Riekerink.

Arema FC tidak tinggal diam. Meski lebih banyak bertahan, tim asuhan Singo Edan beberapa kali mencoba memanfaatkan celah lewat serangan balik cepat.

Penalti Cepat Mengubah Arah Laga

Kejutan terjadi sangat cepat. Pada menit awal pertandingan, Arema FC melakukan pelanggaran di area terlarang. Anwar Rifai menarik Alexis Messidoro di kotak penalti, memaksa wasit menunjuk titik putih.

Alex Martins yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penalti yang tenang membawa Dewa United unggul 1-0 dan membuat mental pertandingan langsung condong ke kubu tuan rumah.

Gol cepat ini jelas memengaruhi ritme permainan. Dewa United semakin nyaman mengontrol bola, sementara Arema FC dipaksa bermain lebih terbuka.

Arema FC Gagal Maksimalkan Peluang

Meski tertinggal, Arema FC sebenarnya punya sejumlah peluang emas. Dalberto dan Gabriel Silva beberapa kali berhasil menembus pertahanan Dewa United, namun penyelesaian akhir menjadi masalah utama.

Peluang terbaik Arema datang pada menit ke-14 ketika sepakan Gabriel Silva hanya membentur tiang gawang. Momen ini menjadi titik krusial karena jika berbuah gol, jalannya laga bisa saja berubah total.

Di sisi lain, performa gemilang Sonny Stevens di bawah mistar gawang Dewa United patut mendapat kredit. Kiper asal Belanda itu tampil sigap dan berulang kali menggagalkan ancaman Singo Edan.

Alex Martins Jadi Pembeda di Laga Krusial

Nama Alex Martins layak dinobatkan sebagai bintang dalam laga Dewa United vs Arema FC. Tidak hanya mencetak dua gol, striker asal Brasil itu juga menjadi pusat permainan Dewa United sepanjang laga.

Gol Kedua Menutup Babak Pertama

Gol kedua Dewa United tercipta di penghujung babak pertama. Bermula dari sepak pojok Alexis Messidoro, bola jatuh ke kaki Alex Martins yang berdiri bebas di area penalti.

Dengan kontrol matang, Alex Martins melepaskan tembakan keras yang tak mampu diantisipasi Lucas Frigeri. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum dan menjadi pukulan telak bagi Arema FC.

Kontribusi Non-Gol yang Vital

Di luar dua golnya, Alex Martins juga berperan besar dalam membangun serangan. Pergerakannya membuka ruang bagi Stefano Lilipaly dan Taisei Marukawa untuk menusuk dari lini kedua.

Kombinasinya dengan Egy Maulana Vikri di babak kedua beberapa kali hampir menghasilkan gol tambahan, meski penyelesaian akhir masih belum maksimal.

Babak Kedua, Arema FC Lebih Berani Menyerang

Memasuki babak kedua, Arema FC tampil lebih agresif. Gabriel Silva dan Dalberto lebih sering melakukan penetrasi ke kotak penalti, memaksa lini belakang Dewa United bekerja ekstra keras.

Peluang Demi Peluang Terbuang

Masalah klasik Arema FC kembali terlihat. Meski berhasil menciptakan peluang, penyelesaian akhir kerap tidak tepat sasaran. Dalberto dan Matheus Nascimento beberapa kali gagal memanfaatkan situasi satu lawan satu.

Di sisi lain, Lucas Frigeri juga tampil solid dengan sejumlah penyelamatan penting yang mencegah skor menjadi lebih besar.

Dewa United Bermain Lebih Efisien

Alih-alih memaksakan serangan, Dewa United memilih bermain lebih disiplin. Mereka mengandalkan transisi cepat dan hampir mencetak gol ketiga lewat skema serangan balik.

Pendekatan ini terbukti efektif hingga peluit panjang dibunyikan. Skor 2-0 tetap bertahan dan memastikan tiga poin untuk tuan rumah.

Dampak Hasil Dewa United vs Arema FC di Klasemen

Kemenangan ini membawa Dewa United naik ke peringkat 10 klasemen sementara dengan koleksi 23 poin. Mereka berhasil melangkahi Arema FC yang harus turun ke posisi 11 dengan 21 poin.

Bagi Dewa United, hasil ini menjadi modal penting untuk menatap laga-laga berikutnya. Sementara bagi Arema FC, evaluasi serius perlu dilakukan, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir.

Laga Dewa United vs Arema FC menjadi bukti bahwa efektivitas adalah kunci dalam sepak bola modern. Arema FC mungkin tampil berani dan menciptakan banyak peluang, namun Dewa United menunjukkan kualitas mereka dalam memanfaatkan momen.

Alex Martins tampil sebagai pembeda sejati, sementara disiplin permainan Dewa United layak diapresiasi. Jika Arema FC ingin kembali bersaing di papan atas, konsistensi dan ketajaman lini depan harus segera dibenahi.

Pertanyaannya sekarang, mampukah Singo Edan bangkit di laga berikutnya, atau justru Dewa United yang terus melaju dengan kepercayaan diri tinggi?

By admin