Beritaterkini – Hasil mengejutkan tersaji dalam laga bodø/glimt vs man city pada lanjutan League Phase Liga Champions 2025/2026. Bertandang ke Stadion Aspmyra, Norwegia, Manchester City justru pulang dengan kekalahan telak 1-3 dari tuan rumah Bodø/Glimt, Selasa (20/1/2026) waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.

Kekalahan ini terasa makin menyakitkan karena Man City datang dengan misi bangkit dari tren negatif. Alih-alih menemukan titik balik, pasukan Pep Guardiola justru kembali terpuruk. Permainan agresif dan disiplin Bodø/Glimt sukses meredam dominasi City, bahkan membuat juara Eropa itu terlihat frustrasi sepanjang laga.

Bagi Bodø/Glimt, kemenangan ini bukan sekadar tiga poin. Hasil ini menjadi pernyataan tegas bahwa mereka bukan lagi tim kuda hitam di Eropa. Sementara bagi Manchester City, kekalahan ini menambah panjang daftar masalah, baik dari sisi performa tim maupun mental pemain.

Bodø/Glimt vs Man City: Kejutan Besar di Stadion Aspmyra

Pertandingan bodø/glimt vs man city digelar di kandang Bodø/Glimt yang dikenal sulit ditaklukkan, terutama karena kondisi cuaca dan atmosfer stadion. Sejak menit awal, City mencoba mengambil inisiatif permainan dengan penguasaan bola yang dominan.

Peluang pertama datang pada menit keenam lewat sepakan Rayan Cherki, namun kiper Bodø/Glimt, Nikita Haikin, masih sigap mengamankan bola. City kembali mengancam melalui situasi sepak pojok. Phil Foden mengirimkan bola melengkung ke kotak penalti yang disambut sundulan Max Alleyne. Sayangnya, bola masih melebar dari gawang.

Namun, dominasi awal City tidak berbanding lurus dengan efektivitas. Bodø/Glimt justru tampil lebih tenang dan efisien saat mendapatkan peluang.

Dua Gol Cepat yang Mengguncang Man City

Bodø/Glimt mulai menemukan ritme permainan mereka pada pertengahan babak pertama. Hasilnya langsung terlihat di papan skor.

Kasper Høgh Buka Keunggulan

Pada menit ke-22, tuan rumah membuka skor lewat kerja sama rapi di lini depan. Kasper Høgh memulai serangan dengan sentuhan cerdas di dekat garis tengah, membuka ruang bagi Ole Didrik Blomberg untuk menusuk pertahanan City. Blomberg kemudian mengirimkan umpan silang ke tiang jauh yang kembali disambut Høgh dengan sundulan terarah. Skor berubah menjadi 1-0.

Gol ini membuat permainan City goyah. Baru dua menit berselang, gawang Gianluigi Donnarumma kembali kebobolan.

Gol Kedua dalam Dua Menit

Menit ke-24, Jens Petter Hauge menunjukkan determinasi tinggi dengan merebut bola di area lawan. Bola dialirkan kepada Blomberg yang lagi-lagi berperan sebagai kreator. Umpan Blomberg menemukan Høgh yang berdiri bebas di kotak penalti. Tanpa ragu, penyerang berusia 25 tahun itu menuntaskan peluang untuk membawa Bodø/Glimt unggul 2-0.

Dua gol cepat ini menjadi pukulan telak bagi Manchester City, yang tampak kehilangan fokus dan kesulitan mengendalikan tempo permainan.

City Gagal Manfaatkan Peluang di Babak Pertama

Menjelang akhir babak pertama, Bodø/Glimt hampir mencetak gol ketiga. Aksi solo run Hauge dari lini tengah membuka peluang emas bagi Høgh, tetapi penyelesaian akhirnya kurang sempurna dan bola melenceng dari sasaran.

City sendiri mendapatkan peluang terbaiknya di paruh pertama pada menit ke-45. Erling Haaland lolos dari kawalan Jostein Gundersen dan menyambut umpan Nico O’Reilly di tiang dekat. Sepakan kaki kiri Haaland hanya melebar tipis dari gawang Haikin.

Momen tersebut kembali menegaskan masalah Man City malam itu: dominasi tanpa ketajaman.

Babak Kedua: City Menekan, Bodø/Glimt Menyengat

Memasuki babak kedua, City tampil lebih agresif. Tekanan langsung diberikan sejak awal, termasuk lewat tembakan keras Tijjani Reijnders pada menit ke-48 yang masih bisa diantisipasi Haikin.

Namun, City juga beberapa kali diselamatkan oleh Donnarumma. Kiper asal Italia itu harus menggunakan kakinya untuk menggagalkan sepakan rendah Håkon Evjen setelah menerima umpan cerdik dari Hauge.

City kembali membuang peluang pada menit ke-57. Reijnders mendapatkan ruang tembak setelah menerima operan dari Cherki, tetapi bola hanya menghantam sisi jaring gawang.

Gol Spektakuler Jens Petter Hauge

Petaka bagi City datang pada menit ke-58. Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga Bodø/Glimt dengan cara luar biasa. Menerima umpan Sondre Brunstad Fet di sisi kiri, Hauge menusuk ke dalam dengan gerakan stepover sebelum melepaskan tembakan melengkung ke sudut kanan atas gawang.

Gol indah tersebut membuat Stadion Aspmyra bergemuruh dan mengubah skor menjadi 3-0. Momentum sepenuhnya berada di tangan tuan rumah.

City Perkecil Skor, Tapi Kehilangan Rodri

Manchester City sempat memperkecil ketertinggalan dua menit kemudian. Pada menit ke-60, Rayan Cherki mencetak gol setelah memanfaatkan tekanan Nico O’Reilly di tepi kotak penalti. Tembakan rendah Cherki ke sudut bawah gawang tak mampu dijangkau Haikin.

Sayangnya, harapan City untuk bangkit langsung meredup. Pada menit ke-62, Rodri menerima kartu kuning kedua dan harus meninggalkan lapangan. Bermain dengan 10 orang membuat City semakin kesulitan mengejar ketertinggalan.

Unggul jumlah pemain, Bodø/Glimt nyaris mencetak gol keempat lewat sepakan melengkung Hauge yang membentur mistar gawang.

Catatan Buruk Erling Haaland Berlanjut

Kekalahan di laga bodø/glimt vs man city juga memperpanjang catatan kurang impresif Erling Haaland. Striker andalan City itu tercatat sudah delapan laga beruntun gagal mencetak gol dari permainan terbuka di semua kompetisi.

Dalam periode tersebut, Haaland hanya mencetak satu gol, itu pun melalui titik penalti saat melawan Brighton. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi Pep Guardiola, mengingat peran vital Haaland di lini serang City.

Tekanan Kian Besar untuk Pep Guardiola

Hasil ini menambah tekanan di kubu Manchester City. Di kompetisi domestik, City juga sedang mengalami periode sulit dengan empat laga tanpa kemenangan di Premier League. Kekalahan dari rival sekota Manchester United menjadi pukulan tambahan setelah sebelumnya hanya meraih hasil imbang melawan Sunderland, Chelsea, dan Brighton.

Pep Guardiola belum memberikan pernyataan panjang usai laga, namun kekalahan ini jelas menuntut evaluasi menyeluruh, baik dari segi taktik, mental, maupun konsistensi permainan.

Bodø/Glimt Kirim Pesan ke Eropa

Di sisi lain, Bodø/Glimt layak mendapatkan pujian. Permainan disiplin, efektif, dan penuh keberanian membuat mereka mampu menundukkan raksasa Eropa seperti Manchester City. Pelatih Kjetil Knutsen kembali menunjukkan bahwa timnya bukan sekadar penggembira di Liga Champions.

Kemenangan ini membuka peluang Bodø/Glimt melangkah lebih jauh dan sekaligus mengingatkan tim-tim besar Eropa bahwa laga tandang ke Norwegia bukan perkara mudah.

By admin