Beritaterkini – Kejutan besar tersaji di babak 16 besar Copa del Rey 2025/2026. Real Madrid harus angkat koper lebih cepat setelah takluk 2-3 dari tuan rumah Albacete dalam laga dramatis lima gol yang digelar Kamis (15/1/2026) dini hari WIB. Hasil ini langsung menjadi sorotan karena terjadi tepat pada laga debut Alvaro Arbeloa sebagai pelatih kepala Los Blancos.

Madrid datang dengan pendekatan berbeda. Arbeloa menurunkan kombinasi pemain muda dan beberapa nama senior, sebuah keputusan yang mencerminkan fase transisi sekaligus krisis cedera yang tengah melanda tim. Namun, keberanian itu harus dibayar mahal oleh raksasa Spanyol tersebut.

Bagi Albacete, kemenangan ini bukan sekadar tiket ke perempat final. Mereka menorehkan salah satu hasil paling bersejarah dalam perjalanan klub dengan menyingkirkan Real Madrid di hadapan publik sendiri.

Albacete vs Real Madrid: Kejutan di Babak 16 Besar Copa del Rey

Pertandingan Albacete vs Real Madrid berlangsung di markas Albacete dengan atmosfer penuh antusiasme. Sejak menit awal, tuan rumah tampil agresif dan tak menunjukkan rasa inferior meski menghadapi klub dengan koleksi gelar Eropa terbanyak.

Real Madrid, di sisi lain, mencoba menguasai permainan lewat penguasaan bola dan tempo cepat. Secara statistik, Los Blancos unggul dengan 58 persen penguasaan bola. Namun, dominasi itu tidak sepenuhnya efektif dalam menembus pertahanan rapat Albacete.

Kekalahan ini memastikan langkah Real Madrid terhenti di Copa del Rey musim ini, sebuah hasil yang tentu jauh dari ekspektasi publik Santiago Bernabeu.

Debut Alvaro Arbeloa dan Starting XI Termuda Madrid

Rata-rata Usia 22 Tahun, Taruhan Besar Arbeloa

Laga ini menjadi debut resmi Alvaro Arbeloa sebagai pelatih Real Madrid di kompetisi domestik. Mantan bek kanan Los Blancos tersebut langsung mencuri perhatian dengan keputusan berani menurunkan starting XI termuda Madrid sejak musim 2009/2010.

Rata-rata usia skuad inti Real Madrid di laga ini hanya 22 tahun. Nama-nama muda seperti Franco Mastantuono, Gonzalo Garcia, hingga Arda Guler mendapat kepercayaan sejak menit awal. Vinicius Jr menjadi satu dari sedikit pemain senior yang mengisi lini depan.

Langkah ini menunjukkan filosofi Arbeloa yang mengutamakan energi, intensitas, dan keberanian pemain muda. Namun, minimnya pengalaman di laga krusial seperti fase gugur Copa del Rey menjadi faktor yang tak bisa diabaikan.

Jalannya Pertandingan: Albacete Lebih Efektif

Gol Pembuka Javi Villar

Albacete membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-42. Berawal dari situasi sepak pojok yang dieksekusi Jose Lazo, Javi Villar sukses menanduk bola tanpa kawalan berarti. Gol ini menjadi bukti lemahnya antisipasi Madrid dalam situasi bola mati.

Tertinggal satu gol, Real Madrid mencoba meningkatkan tempo permainan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil di masa injury time babak pertama.

Mastantuono Samakan Kedudukan

Franco Mastantuono, pemain muda asal Argentina, mencatatkan namanya di papan skor lewat penyelesaian tenang yang membuat kedudukan kembali imbang 1-1. Gol ini menjadi suntikan moral bagi Madrid sekaligus bukti potensi besar Mastantuono di level senior.

Skor imbang bertahan hingga turun minum, namun pertandingan justru semakin terbuka di babak kedua.

Drama Babak Kedua: Gol Penentu di Menit Akhir

Betancor Jadi Mimpi Buruk Madrid

Memasuki babak kedua, Albacete tampil semakin percaya diri. Dukungan suporter tuan rumah memberi energi tambahan, sementara Real Madrid mulai terlihat kehilangan konsentrasi di lini belakang.

Jefte Betancor membawa Albacete kembali unggul pada menit ke-82. Gol tersebut lahir dari serangan cepat yang memanfaatkan celah di pertahanan Madrid, menegaskan efektivitas permainan tuan rumah meski tak dominan dalam penguasaan bola.

Madrid Bangkit, Tapi Terlambat

Real Madrid sempat menyamakan kedudukan pada menit pertama injury time babak kedua. Gonzalo Garcia memaksimalkan assist dari Arda Guler untuk mengubah skor menjadi 2-2. Gol ini sempat memunculkan harapan bahwa laga akan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Namun, drama belum berakhir.

Gol Penentu di Menit 90+4

Ketika laga tampak akan menuju extra time, Albacete kembali menghantam. Pada menit ke-90+4, Jefte Betancor mencetak gol keduanya di laga ini, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 untuk Albacete.

Gol tersebut langsung disambut euforia publik tuan rumah dan memastikan Real Madrid tersingkir dari Copa del Rey 2025/2026.

Statistik Kunci Albacete vs Real Madrid

Meski kalah, Real Madrid unggul dalam beberapa aspek statistik. Namun, Albacete tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang.

Statistik Albacete Real Madrid
Skor Akhir 3 2
Penguasaan Bola 42% 58%
Tembakan ke Gawang 6 5
Pencetak Gol Javi Villar, Jefte Betancor (2) Mastantuono, Gonzalo Garcia

Data ini menunjukkan bahwa efektivitas dan ketenangan di momen krusial menjadi pembeda utama dalam laga ini.

Analisis: Pelajaran Mahal untuk Arbeloa dan Madrid

Kekalahan dari Albacete menjadi pelajaran penting bagi Alvaro Arbeloa di awal masa jabatannya. Keberanian memainkan banyak pemain muda patut diapresiasi, namun laga fase gugur menuntut keseimbangan antara energi dan pengalaman.

Secara permainan, Madrid tidak sepenuhnya buruk. Mereka mampu mengontrol bola dan menciptakan peluang, tetapi rapuh dalam bertahan, terutama pada situasi bola mati dan transisi cepat lawan.

Dalam beberapa pernyataan sebelumnya, manajemen Real Madrid memang menekankan pentingnya regenerasi skuad. Namun, hasil laga ini menunjukkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu dan penyesuaian, terutama di kompetisi dengan margin kesalahan yang sangat kecil seperti Copa del Rey.

Sejarah Manis untuk Albacete

Bagi Albacete, kemenangan atas Real Madrid menjadi salah satu momen terbesar dalam sejarah klub. Menyingkirkan raksasa La Liga di ajang resmi memberi suntikan kepercayaan diri luar biasa, baik untuk pemain maupun suporter.

Tiket ke perempat final Copa del Rey kini berada di tangan mereka. Dengan performa penuh determinasi seperti ini, Albacete berpotensi kembali menghadirkan kejutan di fase selanjutnya.

Real Madrid Fokus ke Kompetisi Lain

Tersingkir dari Copa del Rey membuat Real Madrid kini harus mengalihkan fokus ke kompetisi lain. Bagi Arbeloa, tekanan tentu meningkat, namun fase awal ini juga menjadi ruang evaluasi sebelum melangkah lebih jauh.

Debut Alvaro Arbeloa memang berakhir pahit. Namun, di balik kekalahan ini, Madrid mendapatkan gambaran jelas tentang potensi dan kekurangan skuad mudanya—modal penting untuk perjalanan panjang musim ini.

By admin