Beritaterkini – Kabar kurang menyenangkan datang bagi pendukung Persija Jakarta. Laga Persija vs Persijap Jepara pada pekan ke-16 Super League 2025/2026 dipastikan tidak disiarkan secara langsung di televisi nasional. Keputusan ini membuat sebagian suporter, terutama yang berada di luar Jakarta, harus mencari alternatif lain untuk menyaksikan pertandingan.

Meski demikian, pertandingan tetap digelar sesuai jadwal dan memiliki arti penting bagi Macan Kemayoran. Bermain di kandang sendiri, Persija membidik kemenangan untuk menjaga persaingan di papan atas klasemen sekaligus membuka tahun 2026 dengan hasil positif.

Laga Persija vs Persijap akan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Sabtu, 3 Januari 2026, dan tetap bisa disaksikan melalui layanan live streaming resmi yang telah ditentukan oleh operator liga.

Persija vs Persijap Tidak Disiarkan Televisi, Ini Alasannya

Pertandingan Persija Jakarta kontra Persijap Jepara dipastikan tidak masuk dalam agenda siaran langsung televisi karena bentrok jadwal dengan laga lain yang dinilai memiliki prioritas siaran.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Borneo FC Samarinda dijadwalkan menghadapi PSM Makassar di Stadion Segiri, sehingga pemegang hak siar memilih menayangkan pertandingan tersebut.

Kondisi seperti ini bukan hal baru dalam kompetisi domestik. Dengan keterbatasan slot siaran, tidak semua pertandingan Super League dapat disiarkan secara bersamaan di televisi nasional.

Alternatif Menonton Laga Persija vs Persijap

Bagi suporter yang tidak bisa hadir langsung ke stadion, pertandingan ini tetap dapat disaksikan melalui:

  • Layanan live streaming resmi Super League
  • Platform digital yang bekerja sama dengan operator liga

Pihak klub dan liga pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan kanal resmi guna menghindari tayangan ilegal yang berpotensi merugikan banyak pihak.

Mauricio Souza Tak Persoalkan Laga Tanpa Siaran TV

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menyatakan bahwa absennya siaran televisi bukanlah masalah utama bagi timnya. Fokus Persija, menurutnya, tetap tertuju pada performa di lapangan.

“Jadi, soal pertandingan tidak disiarkan langsung, saya pikir tidak masalah,” ujar Mauricio Souza kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Pelatih asal Brasil itu menegaskan bahwa target utama tim adalah meraih hasil maksimal, terlepas dari ada atau tidaknya siaran langsung di televisi.

Kecewa untuk Suporter di Luar Jakarta

Meski bersikap profesional, Mauricio mengakui ada sedikit kekecewaan, terutama bagi para pendukung Persija yang berada di luar Jakarta.

Ia menyadari banyak Jakmania yang biasanya mengandalkan siaran televisi untuk menyaksikan aksi pemain-pemain Persija, termasuk Rizky Ridho dan rekan-rekannya.

Namun demikian, Mauricio berharap kondisi tersebut tidak mengurangi semangat dukungan untuk tim, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Ajakan Penuhi GBK: Dukungan Jakmania Dinilai Krusial

Dengan tidak adanya siaran televisi, Mauricio Souza justru berharap Jakmania yang berada di Jakarta dan sekitarnya bisa memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno.

“Harapan kami, Jakmania memenuhi stadion untuk mendukung kami. Kami sangat membutuhkan support dari mereka,” kata Mauricio.

Kehadiran suporter di stadion dinilai bisa menjadi suntikan moral penting bagi para pemain, terlebih laga ini digelar di awal tahun dan memiliki nilai strategis dalam persaingan klasemen.

Target Kemenangan Perdana Persija di Tahun 2026

Laga Persija vs Persijap juga menjadi pertandingan perdana Macan Kemayoran di tahun 2026. Manajemen dan tim pelatih menargetkan kemenangan sebagai modal penting menghadapi rangkaian laga selanjutnya.

Pertandingan dijadwalkan berlangsung Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 15.30 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Persija datang dengan kepercayaan diri tinggi usai meraih kemenangan meyakinkan 3-0 atas Bhayangkara FC pada pekan sebelumnya. Hasil tersebut menjadi bukti peningkatan performa tim, baik di lini pertahanan maupun serangan.

Modal Positif Usai Kemenangan Besar

Kemenangan atas Bhayangkara FC membuat Persija semakin solid. Pemain seperti Allano Lima dan kolega menunjukkan keseimbangan permainan yang semakin matang.

Kondisi ini diharapkan bisa kembali terlihat saat menghadapi Persijap Jepara, meski lawan diprediksi tampil disiplin dan penuh motivasi.

Persija Kehilangan Sejumlah Pemain, Tapi Tetap Percaya Kolektivitas

Dalam laga ini, Persija harus tampil tanpa beberapa pemain utama. Fabio Calonego dipastikan absen akibat akumulasi kartu merah dan sanksi dari Komite Disiplin PSSI. Selain itu, Ryo Matsumura juga tidak bisa dimainkan karena sanksi.

Meski demikian, Mauricio Souza menegaskan bahwa Persija tidak akan mengubah filosofi bermainnya. Ia percaya pemain pengganti mampu menjalankan peran dengan baik.

Posisi yang ditinggalkan akan diisi oleh pemain lain yang dinilai siap secara fisik dan mental, tanpa mengurangi karakter permainan khas Macan Kemayoran.

Waktu Persiapan Terbatas, Mauricio Tetap Optimistis

Persija menghadapi jadwal padat dengan waktu pemulihan yang relatif singkat. Namun, kondisi tersebut tidak dijadikan alasan oleh tim pelatih.

“Kami tidak memiliki banyak waktu untuk persiapan. Setelah bermain pada 29 Desember, kami kembali bertanding Sabtu ini, sehingga waktu istirahat memang terbatas,” ujar Mauricio dalam konferensi pers jelang laga.

Ia menambahkan bahwa tim pelatih sudah melakukan analisis terhadap calon lawan dan berusaha mempertahankan hal-hal positif dari pertandingan sebelumnya.

“Kami sudah menganalisis calon lawan. Tim menunjukkan peningkatan, dan hal-hal positif yang berjalan akan kami pertahankan,” lanjutnya.

Ambisi Jaga Persaingan Papan Atas Klasemen

Menurut Mauricio Souza, motivasi tim saat ini sangat tinggi. Persija ingin terus berada dalam jalur persaingan papan atas Super League 2025/2026.

“Motivasi tim sangat tinggi. Jika ingin berada di puncak klasemen, kami harus meraih hasil maksimal,” tegasnya.

Laga melawan Persijap pun dipandang sebagai ujian konsistensi sekaligus momentum kebangkitan Persija di hadapan publik GBK.

Rekam Jejak Pertemuan: Kenangan Manis di GBK

Secara historis, Persija memiliki kenangan manis saat terakhir kali bertemu Persijap Jepara. Kedua tim terakhir kali berhadapan pada 26 Mei 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Dalam laga tersebut, Persija berhasil meraih kemenangan telak 4-1, hasil yang hingga kini masih dikenang oleh sebagian pendukung.

Meski sudah berlalu cukup lama, catatan pertemuan itu menambah bumbu menarik jelang duel Persija vs Persijap kali ini.

Kesimpulan: Laga Penting, Dukungan Suporter Jadi Kunci

Meski tidak disiarkan di televisi, laga Persija vs Persijap tetap menjadi salah satu pertandingan krusial di pekan ke-16 Super League 2025/2026. Persija mengincar kemenangan demi menjaga posisi di papan atas dan memulai tahun 2026 dengan hasil positif.

Dengan absennya beberapa pemain inti dan waktu persiapan yang terbatas, dukungan Jakmania di stadion diharapkan menjadi faktor pembeda. Bagi Persija, tiga poin di GBK bukan hanya soal klasemen, tetapi juga soal menjaga momentum dan kepercayaan diri tim.

By admin