Beritaterkini – Arema FC kembali harus puas berbagi poin saat tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Menjamu Madura United pada pekan ke-15 BRI Super League 2025–2026, laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Malang, Selasa (23/12) sore itu berakhir dengan skor 2-2 hasil pertandingan Arema FC vs Madura United.

Hasil imbang ini terasa pahit bagi Singo Edan. Pasalnya, Arema FC sebenarnya tampil cukup agresif dan dua kali unggul lebih dulu. Namun, solidnya Madura United—terutama lewat kepemimpinan kapten mereka, Lulinha—membuat tuan rumah kembali gagal mengamankan kemenangan.

Tambahan satu poin juga membuat perjalanan Arema FC di papan klasemen belum stabil. Dalam tiga pertandingan terakhir, tim kebanggaan Aremania ini belum sekalipun meraih kemenangan, sebuah catatan yang tentu menjadi perhatian serius bagi tim pelatih.

Arema FC vs Madura United Berakhir Imbang 2-2

Pertandingan berjalan dalam tempo cukup tinggi sejak menit awal. Arema FC yang bermain di kandang tampil percaya diri dengan mengandalkan permainan sayap dan tekanan sejak lini tengah.

Gol pembuka Arema FC tercipta pada menit ke-37 melalui M. Iksan Lestaluhu. Pemain yang kerap menjadi pembeda ini sukses memanfaatkan peluang di kotak penalti Madura United, sekaligus membangkitkan semangat publik Kanjuruhan.

Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Madura United merespons cepat lewat sang kapten, Lulinha, yang mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-43. Gol tersebut membuat skor imbang 1-1 menutup babak pertama.

Memasuki babak kedua, Arema FC kembali mengambil inisiatif serangan. Hasilnya, Iksan Lestaluhu mencetak gol keduanya pada menit ke-61 dan membawa Arema unggul 2-1.

Sayangnya, keunggulan itu kembali sirna. Lulinha sekali lagi menunjukkan kualitasnya sebagai pemimpin tim dengan mencetak gol keduanya di laga ini pada menit ke-53, membuat skor kembali sama kuat 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan.

Lulinha Jadi Pembeda untuk Madura United

Penampilan Lulinha layak mendapat sorotan khusus. Kapten Madura United tersebut memborong dua gol sekaligus menjadi aktor utama yang menggagalkan kemenangan Arema FC.

Sebagai pemain senior dan motor serangan Sapeh Kerrab, kontribusi Lulinha bukan hanya terlihat dari gol, tetapi juga dari perannya mengatur tempo dan menenangkan rekan-rekannya saat berada di bawah tekanan.

Dalam beberapa laga terakhir, Madura United memang kerap mengandalkan pengalaman pemain asing mereka untuk mencuri poin, terutama saat bermain tandang. Hasil imbang di Malang ini menjadi bukti bahwa Madura United masih memiliki daya saing kuat di tengah persaingan ketat liga.

Tren Arema FC Masih Tersendat

Hasil ini memperpanjang catatan tanpa kemenangan Arema FC dalam tiga pertandingan terakhir. Sebelumnya, Singo Edan juga bermain imbang 1-1 melawan Persebaya Surabaya pada 22 November, serta hasil serupa saat menghadapi Malut United pada 29 November.

Rentetan hasil tersebut menunjukkan bahwa Arema FC masih menghadapi persoalan konsistensi, terutama dalam menjaga keunggulan. Meski produktivitas gol cukup baik, lini pertahanan kerap kehilangan fokus di momen-momen krusial.

Situasi ini tentu menjadi pekerjaan rumah bagi tim pelatih Arema FC. Bermain di kandang dengan dukungan penuh suporter seharusnya bisa menjadi modal besar untuk meraih poin penuh, namun hasil di lapangan berkata lain.

Update Klasemen Sementara BRI Super League 2025–2026

Tambahan satu poin dari laga ini membuat Arema FC kini mengoleksi 18 poin dan bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara. Posisi tersebut masih tergolong rawan mengingat jarak poin antar tim di papan tengah sangat ketat.

Sementara itu, Madura United juga mendapat tambahan satu angka yang membuat mereka mengumpulkan 14 poin dari 14 pertandingan. Tim berjuluk Sapeh Kerrab tersebut masih tertahan di peringkat ke-14 klasemen.

Meski belum mampu merangkak naik signifikan, hasil imbang di markas Arema FC bisa menjadi modal penting bagi Madura United untuk memperbaiki performa di laga-laga berikutnya.

Evaluasi dan Dampak bagi Kedua Tim

Hasil imbang ini memberikan gambaran jelas tentang kondisi kedua tim. Arema FC menunjukkan potensi menyerang yang cukup tajam, tetapi masih perlu pembenahan serius di sektor pertahanan dan konsentrasi permainan.

Di sisi lain, Madura United memperlihatkan mental bertanding yang solid. Mampu dua kali menyamakan kedudukan di kandang lawan menunjukkan karakter tim yang tidak mudah menyerah, sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam persaingan liga panjang seperti BRI Super League.

Jika Arema FC tidak segera menemukan formula untuk kembali ke jalur kemenangan, posisi mereka di klasemen bisa semakin terancam. Sebaliknya, Madura United masih punya peluang memperbaiki peringkat jika mampu menjaga konsistensi permainan seperti yang ditunjukkan di Malang.

By admin