JawaPos.com – Petugas BPBD Surabaya dituntut serbabisa. Sebab, merekalah yang kali pertama turun ketika ada keadaan darurat tiba. Namun, bukan itu saja. Pertolongan seperti apa pun harus mereka lakukan. Potong kuku, misalnya.

Laporan dari seorang perempuan, Cika, masuk ke direct message (DM) akun Instagram Command Center 112. Pertanyaannya cukup membuat heran. Dia meminta petugas membantu memotong kuku.

’’Kami juga heran, perempuan itu meminta bantuan untuk memotong kuku orang tuanya,’’ kata Kabiddarlog BPBD Surabaya Buyung Hidayat.

Meski begitu, petugas tidak mau mengabaikan pesan itu begitu saja. Mereka mencoba mendalami. Petugas pun berupaya untuk menghubungi balik.

’’Kami coba DM balik. Namun, tidak kunjung ada respons. Tapi, kami tetap tunggu waktu itu,’’ ujarnya.

Sambil menunggu respons pelapor, Buyung menyebut pihaknya juga segera menyiapkan personel karena butuh kejelian dan kehati-hatian. Kali ini, petugas perempuan yang diterjunkan. Apalagi, yang ditangani orang tua.

’’Petugas kami sudah siap grak untuk bergerak. Tinggal menunggu laporan lanjutan saja. Namun, kami tunggu, belum juga ada balasan balik,’’ katanya.

Buyung pun mengimbau masyarakat tidak ragu untuk meminta bantuan melalui Command Center 112. Selama sesuai dengan tupoksi, akan dibantu penanganan. Memang, BPBD Surabaya sudah didesain untuk menjadi serbabisa.

By admin