JawaPos.com – Barcelona masih belum bisa merekrut atau mendaftarkan pemain baru. Hal itu disampaikan langsung Presiden La Liga, Javier Tebas.
Menurutnya, Blaugrana saat ini berada di puncak La Liga walau kalah mengejutkan dari Almeria akhir pekan lalu.
Kendati masih memimpin klasemen, Barcelona masih memiliki banyak masalah keuangan yang telah didokumentasikan dengan baik oleh pihaknya.
Di musim panas lalu saja, mereka terpaksa meminta pemain tim utama mengambil pemotongan gaji. Mereka juga mengaktifkan sejumlah klausul, termasuk menjual hak siar dan media suite internal mereka dengan tujuan mendapatkan pemasukan tambahan.
Skema ini memang membuat mereka dapat mendaftarkan pemain baru seperti Franck Kessie, Andreas Christensen, Raphinha, Robert Lewandowski, dan Jules Kounde sebagai bagian pemain anyar Blaugrana senilai 153 juta euro (Rp 2,4 triliun).
Akan tetapi, menurut Tebas, tim Catalunya masih dalam situasi sulit. Tebas pun mengatakan Blaugrana tidak dapat membuat bala bantuan baru memasuki jendela musim panas nanti kecuali mereka menjual beberapa pemain.
Mereka kemudian dapat membelanjakan 40 persen dari uang tunai yang mereka kumpulkan dari membongkar pemain. Akan tetapi, anggaran mereka masih minus 200 juta euro (Rp 3,2 triliun).
“Sampai hari ini, Barcelona tidak memiliki ruang dalam anggarannya untuk dibelanjakan di jendela transfer yang akan datang,” kata Tebas, dilansir Sportbible.com.
“Barcelona telah terlibat dalam perilaku yang dipertanyakan yang berdampak pada LaLiga – dan kami bertindak sesuai itu,” timpal Tebas. “Kami telah memutuskan bahwa mereka tidak dapat merekrut pemain lagi.”
“Mereka menjual 700 juta euro (Rp 11,3 triliun) dari hak siar TV dan mencoba menemukan berbagai cara untuk mengatasi situasi ini,” ungkap Tebas. “Tapi, mereka tidak akan bisa melakukan itu musim depan.”
“Kami memiliki kontrol ekonomi yang ketat. Di akhir setiap jendela transfer, kami memberi tahu semua klub di La Liga apa yang dapat mereka belanjakan.”
“Dalam kasus Barcelona, mereka harus mengurangi pengeluaran untuk gaji dan transfer dari 650 juta euro (Rp 10,5 triliun) menjadi 450 juta euro (Rp 7,3 triliun) – jadi anggarannya minus 200 juta euro.”
“Mereka harus mengurangi investasi mereka pada pemain dan kami mendorong mereka untuk menjual pemain. Karena, setiap jumlah yang mereka hasilkan dalam penjualan, mereka dapat membelanjakan 40 persen dari itu.”
Barca harus mematuhi batasan gaji yang diberlakukan oleh La Liga, tetapi baru-baru ini terkena denda 705.000 pounds (Rp 12,9 miliar) karena melanggar peraturan Financial Fair Play.
Sanksi tersebut terkait dengan penandatanganan Dani Alves, dan Christensen, serta perpanjangan kontrak bek Ronaldo Araujo mulai musim 2021/2022.