JawaPos.com – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo bakal lakukan perbaikan jalan besar-besaran di tahun ini. Anggaran Rp 437 miliar disiapkan untuk program penyelenggaraan jalan dengan total panjang 2.404.741 kilometer. Penyelenggaraan jalan melalui program Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (DPUBMCK) Jateng dilakukan dengan sistem pemeliharaan, rehabilitasi dan rekonstruksi jalan.
Kepala DPUBMCK Provinsi Jawa Tengah AR Hanung Triyono menjelaskan, pemeliharaan rutin jalan adalah kegiatan merawat dan memperbaiki kerusakan yang terjadi pada ruas-ruas jalan dengan kondisi pelayanan mantap. Ini sesuai dengan Permen PU No. 13/PRT /M/2011. “Kalau pemeliharaan kami lakukan sepanjang tahun, dan tiap tahun pasti ada penanganan,” ujar Hanung, Jumat (3/3).
Sementara untuk rehabilitasi adalah pemeliharaan berkala jalan. Yakni kegiatan penanganan pencegahan terjadinya kerusakan yang lebih luas dan setiap kerusakan yang diperhitungkan dalam desain agar penurunan kondisi jalan dapat dikembalikan pada kondisi kemantapan sesuai dengan rencana.
Hanung merinci, pada 2023 rehabilitasi jalan terbagi di sembilan Balai Pengelolaan Jalan (BPJ). Yakni BPJ Cilacap meliputi ruas Sidareja-Cukangleuleus panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar, Bobotsari-Belik panjang 2,5 kilometer dengan anggaran Rp 4 miliar, Purbalingga-Bobotsari-Jalan Sungkono panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar, Kaliori-Patikraja panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, rehab dinding penahan tanah Cilopadang-Salem panjang 100 meter dengan anggaran Rp 1 miliar.

BPJ Tegal meliputi ruas Jalan Bumiayu-Salem panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Bumiayu-Sirampog panjang 0,30 kilometer dengan anggaran Rp 3,5 miliar, Morongso-Tuwel-Sirampog panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Bandungsari-Pananggapan panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, dan rehab jembatan Cigareng dengan anggaran Rp 2 miliar.
BPJ Pekalongan meliputi ruas Jalan Batang-Wonotunggal-Surjo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 2 miliar, Moga-Morongso panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, serta rehab Jembatan Welo Panjang panjang 60 meter dengan anggaran Rp 2 miliar.
“Kemudian, BPJ Wonosobo dilakukan di ruas Wanayasa-Kalibening panjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp 3 miliar. Ada juga di BPJ Magelang meliputi ruas Magelang-Ngablak panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Bener-Maron-Purworejo panjang 5 kilometer dengan anggaran Rp 8 miliar, Kutoarjo-Bruno panjang 3 kilometer dengan angaran Rp 3,8 miliar,” papar Hanung.
Selanjutnya, BPJ Semarang meliputi ruas Semarang-Godong (rehabilitasi drainase) panjang 0,05 kilometer dengan anggaran Rp 1 miliar, Cangkiran -Boja- Sukorejo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Weleri – Patean panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar.
BPJ Purwodadi terdiri atas ruas Purwodadi – Klambu panjang 0,5 kilometer (perbaikan beton) dengan anggaran Rp 2 miliar, Gubug – Kapung – Kedungjati panjang 0,10 kilometer dan (rehab dinding penahan tanah) tinggi 25 meter dengan anggaran Rp 3 miliar, Singget – Doplang – Cepu (rehabilitasi Jembatan Wulung 2) panjang 40 meter dengan angaran Rp 1 miliar
BPJ Surakarta mengkaver ruas Karanganyar-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Wonogiri-Manyaran-Blimbing panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Ngadirejo-Jatipuro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar, Wuryantoro-Pracimantoro panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 1,3 miliar.
Masih d BPJ Surakarta juga dilakukan rehabilitasi dinding penahan tanah Boyolali-Selo-Jrakah panjang 0,03 kilometer dengan anggaran Rp 1,5 miliar.
Selain itu, BPJ Pati meliputi Juwana-Todanan panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar dan Jepara-Keling panjang 2 kilometer dengan anggaran Rp 2,6 miliar. Di samping pemeliharaan dan rehabilitasi, Pemprov Jateng juga lakukan rekonstruksi jalan. Yakni peningkatan struktur yang dapat meningkatkan kemampuan bagian ruas jalan dalam kondisi rusak berat agar bagian jalan mempunyai kondisi mantap kembali sesuai dengan umur rencana yang ditetapkan.
Program peningkatan jalan ini melalui bagian bidang wilayah terbagi menjadi bidang wilayah timur barat. Bidang wilayah timur meliputi Todanan-Ngawen panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7,7 miliar, jembatan Ganepo Sragen panjang 50 meter dengan anggaran Rp 2 miliar, Ngadirojo-Giriwoyo panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 7,7 miliar, dan rekontruksi jalan Demak-Godong panjang 1 kilometer dengan anggaran Rp 8 miliar.
“Sedangkan untuk wilayah barat ada Kutoarjo-Ketawang panjang 1,1 kilometer dengan anggaran Rp 8,1 miliar, Bandungsari-Salem 1 panjang kilometer Rp 6,2 miliar, Parakan-Patean panjang 1 kilometer Rp 3,7 miliar, Kersana-Bandungsari panjang 1 kilometer Rp 4 miliar, dan Buntu-Kroya-Slarang panjang 1 kilometer dianggarkan Rp 8 miliar,” jelas Hanung.
Diterangkan Hanung, perbaikan jalan juga dilakukan menggunakan program Hibah Jalan Daerah dan Dana Alokasi Khusus. Yakni Batur-Dieng-Kejajar-Wonosobo sepanjang 2,2 kilometer dengan anggaran Rp 15,3 miliar, Kertek-Kepil-Kemiri panjang 3 kilometer senilai Rp 19,2 miliar, Magelang-Kaliangkrik-Sapuran panjang 2,3 kilometer dengan anggaran Rp 16,4 miliar, Galih-Ngrampal panjang 1,16 km dengan anggaran Rp9,9 miliar, serta Lasem-Sale sepanjang 2 kilometer senilai Rp 17 miliar.
Saat ini, kata dia, proses lelang program rehab dan peningkatan jalan sudah selesai dan mulai tahap pelaksanaan. Namun, tahap pelaksanaan kerap terkendala cuaca, karena perbaikan jalan tak bisa dilakukan saat hujan. “Tapi kami komitmen untuk terus melakukan yang terbaik, dan tepat waktu,” ucap Hanung.
Lebih lanjut, Hanung mengatakan, pihaknya juga melibatkan kelompok masyarakat bina marga (PokmasBima) serta masyarakat secara langsung dalam upaya perbaikan dan pemeliharaan jalan. Lewat kanal aduan aplikasi Jalan Cantik, masyarakat bisa mengadukan atau membuat laporan terkait kerusakan jalan yang ada di sekitar mereka. “Semua aduan atau laporan kerusakan jalan akan kami terima, untuk selanjutnya ditangani,” tandas dia. (bay/ria)