JawaPos.com- DPRD Surabaya menyoroti pemakaian KTP digital yang dinilai justru menyulitkan warga. Dari temuan dewan, kartu identitas itu belum bisa digunakan masyarakat yang hendak mengurus layanan perbankan.

Kritik tersebut disampaikan Komisi A DPRD Surabaya saat menggelar hearing dengan dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) kemarin (2/3). Ketua Komisi A Pertiwi Ayu Krishna mengatakan bahwa KTP digital belum bisa digunakan secara luas. ”Inovasi itu harus ada solusi akhirnya agar tidak menyulitkan warga,” ujarnya.

Menurut Ayu, warga sulit menggunakan KTP digital untuk urusan perbankan. Sebab, dalam aplikasi itu, KTP digital tidak bisa di-screenshot atau direkam. Juga tidak ada tombol sharing untuk bisa dibagikan melalui e-mail atau WhatsApp (WA).

Sementara pihak bank membutuhkan identitas nasabah berupa KTP. Kondisi itu sangat berbeda ketika masyarakat menggunakan KTP manual. Nah, sejauh ini hanya bank tertentu yang bisa memproses KTP digital. Yaitu, Bank Jatim. ”Hanya perbankan tertentu yang ditunjuk. Sedangkan itu tidak memungkinkan bagi pelaku UMKM yang bunganya terlalu tinggi,” jelas Ayu.

Pihaknya pun meminta dispendukcapil berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) agar KTP digital bisa dimanfaatkan lebih luas. Termasuk untuk kebutuhan perbankan. ”Kami minta dispendukcapil untuk berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” papar politikus Partai Golkar itu.

Terkait sulitnya pemanfaatan KTP digital di perbankan, Kepala Dispendukcapil Surabaya Agus Imam Sonhaji meminta masyarakat untuk bersabar. Apalagi, perubahan KTP fisik menuju sistem digital adalah kebijakan yang baru diterapkan. ”Saya rasa itu akan berproses,” ucapnya.

Menurut Sonhaji, Kemendagri sudah berkomunikasi dengan semua manajemen bank agar KTP digital bisa dipakai untuk urusan layanan perbankan. Adapun SOP saat ini memang masih mengharuskan KTP fisik atau fotokopi KTP. Nah, pada saatnya nanti akan beralih ke sistem KTP digital. ”Pasti nanti ada perubahan SOP dari perbankan. Butuh waktu pastinya,” papar Sonhaji.

Meski penggunaannya masih terbatas, Sonhaji menilai pemanfaatan KTP digital diterima dengan baik oleh warga Surabaya. Khususnya kalangan anak muda milenial. Mereka yang melek teknologi sangat terbantu dengan sistem tersebut. Karena memudahkan penyimpanan KTP cukup melalui ponsel. ”Meringkas semuanya. E-banking bisa di sini,” ujarnya.

Nah, tahun ini Dispendukcapil Surabaya akan terus melanjutkan sistem digital. Itu dilakukan untuk melindungi keamanan data warga. Termasuk untuk menghindari pembobolan data NIK KTP. ”Manfaatnya untuk keamanan. Kita berharap bisa menerima dan beralih ke sini. Ke depan tidak ada lagi yang fisik,” tegasnya.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KTP DIGITAL

Kelebihan:

  • Lebih simpel karena tidak perlu membawa KTP fisik. Cukup simpan di HP.
  • Data NIK dalam KTP digital tidak mudah dibobol atau diretas.
  • KTP digital tidak mudah dipalsukan.

Kekurangan:

  • Masih sulit dipakai untuk mengakses layanan perbankan.
  • Hanya bank tertentu yang ditunjuk pemerintah.
  • Generasi tua mempertanyakan KTP digital karena tidak tahu manfaatnya.

Sumber: Reportase Jawa Pos

By admin