JawaPos.com- Proyek pelebaran Jalan Raya Manyar, Gresik, akhirnya dimulai. Kemarin (2/3) para pekerja terlihat mulai merapikan lahan untuk pelebaran jalan nasional tersebut. Sejumlah alat berat pun sudah melakukan pekerjaannya di lokasi.

Dua alat berat dikerahkan di lokasi. Alat itu mulai melakukan pemerataan dan pemadatan lahan bekas kios-kios. Terlihat pula jaringan utilitas di sepanjang jalan yang kerap menjadi simpul kemacetan itu mulai dipindah.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN Jatim Sentot Wijayanto membenarkan bahwa tahapan pekerjaan konstruksi pelebaran jalan itu sudah dimulai. Saat ini pekerja melakukan pemadatan lahan. ’’Mulai hari ini (kemarin, Red) pekerjaan dimulai,’’ ucapnya.

Selain memulai pekerjaan pelebaran jalan, di lapangan para pemilik utilitas mulai memindahkan jaringan mereka. Sebagaimana diketahui, di sepanjang jalan itu banyak jaringan utilitas. Terutama kabel dan pipa bawah tanah.

Nanti kabel-kabel di proyek tersebut dipindah mengikuti batas pelebaran. Pemindahan utilitas itu dilakukan berbarengan dengan konstruksi jalan. ’’Ini sama-sama sudah dimulai. Pekerjaannya barengan,’’ imbuhnya.

Sejuah ini, total sudah ada 178 bangunan yang diratakan dengan tanah. Masih sisa sekitar 30 bangunan lagi yang bakal ditertibkan. ’’Sisanya dalam waktu dekat ini (diratakan, Red),’’ ucap Camat Manyar Zainul Arifin.

Sebagaimana diketahui, BBPJN merencanakan pada tahun pertama ini pengerjaan mencapai 1 kilometer, kemudian dilanjutkan tahun depan hingga mencapai 3,7 kilometer. Pelebaran jalan tersebut menggunakan APBN yang dilakukan secara bertahap. Nanti Jalan Manyar memiliki lebar 22 meter dengan empat lajur di dua jalur.

Akses Jalan Raya Manyar tersebut juga menjadi alternatif menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Greisk. Di kawasan itu tengah dibangun megaproyek smelter terbesar di dunia, yakni PT Freeport Indonesia.

By admin